![Momen istimewa: Agus Dwi Saputra saat menyalami Bupati Sumenep Achmad Fauzi usai dirinya di lantik menjadi Sekda Kabupaten Sumenep. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1775129001/sekda-sumenep-agus-dwi-saputra-konkerkab-pgri-2026_ytt0u4.jpg)
MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, memberikan “catatan penting” bagi ribuan pendidik di ujung timur Pulau Madura. Dalam pembukaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Sumenep, Kamis (2/4/2026), Agus menegaskan bahwa organisasi profesi guru tersebut harus bertransformasi menjadi mesin inovasi, bukan sekadar wadah berkumpul rutin.
Berlokasi di Graha Kemahasiswaan Universitas PGRI Sumenep, momentum ini ditegaskan Sekda sebagai titik tolak penguatan peran guru sebagai garda terdepan pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter di tengah gempuran dinamika global.
Perspektif Administrasi Publik: Sinergi Strategis dan Kapasitas Aktor
Dalam kacamata Administrasi Publik, pernyataan Sekda Agus Dwi Saputra mencerminkan pentingnya Collaborative Governance antara Pemerintah Daerah dan organisasi profesi seperti PGRI. Guru dipandang sebagai aktor utama (key players) dalam ruang belajar yang menentukan keberhasilan kebijakan pendidikan daerah.
“Konkerkab ini wadah penting untuk merumuskan program kerja yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Agus Dwi Saputra di hadapan para peserta konferensi.
Menurutnya, sinergi ini sangat krusial dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan dan kompetitif. Tanpa adanya peningkatan kapasitas tenaga pendidik yang berkelanjutan, kebijakan pendidikan hanya akan menjadi dokumen di atas kertas tanpa dampak nyata di ruang kelas.
Gagasan Konkret untuk Mutu Sekolah
Melalui forum tertinggi di tingkat kabupaten ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep menaruh harapan besar lahirnya gagasan-gagasan konkret. PGRI didorong untuk tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada peningkatan mutu sekolah.
“Program yang dihasilkan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan di daerah,” pungkas Agus, menekankan bahwa setiap rupiah anggaran dan setiap jam program kerja harus berujung pada output SDM yang siap bersaing.

![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)