Sehelai Harapan di Balik Jeruji: Rutan Sumenep & Aisyiyah Gali Ketenangan Batin Warga Binaan Perempuan Lewat Al-Qur’an

Terbit: 27 November 2025 | 21:00 WIB

SUMENEP) – Di balik dinding Rutan Kelas IIB Sumenep, sehelai harapan dan ketenangan batin tengah bersemi. Melalui kolaborasi humanis dengan Aisyiyah Kabupaten Sumenep, warga binaan perempuan mendapatkan pembinaan keagamaan intensif lewat kegiatan belajar mengaji.

Acara yang digelar dengan penuh antusias di ruang belajar Rutan pada Rabu (26/11/2025) ini, menjadi bukti bahwa koreksi diri dan pembinaan spiritual tidak mengenal batas.

Menggali Karakter Positif dan Ketenangan Batin

 

Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Heri Sutriadi, menegaskan bahwa program mengaji ini lebih dari sekadar transfer ilmu. Ini adalah upaya mulia untuk menyentuh inti kemanusiaan mereka.

“Program mengaji ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan ketenangan batin dan membentuk karakter positif bagi warga binaan. Semangat dan antusiasme peserta menunjukkan bahwa pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan,” ujar Heri Sutriadi, Kamis (27/11/2025).

Dalam suasana yang penuh kesabaran, para warga binaan dibimbing secara sistematis oleh pendamping dari Aisyiyah, mulai dari pengucapan huruf hijaiyah, tajwid dasar, hingga perbaikan bacaan Al-Qur’an. Proses belajar ini menjadi terapi spiritual yang membantu mereka merenungi dan memperbaiki langkah hidup.

Sinergi Penuh Energi Positif

 

Heri Sutriadi menyampaikan rasa syukurnya atas konsistensi Aisyiyah Sumenep. Kehadiran organisasi perempuan Islam ini dinilai sebagai langkah strategis yang berhasil menghadirkan suasana religius dan suportif di lingkungan Rutan.

“Kami bersyukur atas konsistensi Aisyiyah Sumenep mendampingi kegiatan ini. Kehadiran mereka memberi energi positif dan motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” tambahnya.

Melalui program kemanusiaan ini, Rutan Sumenep berharap para warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama saat menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapatkan bekal spiritual yang kuat. Bekal ini sangat penting sebagai pembimbing mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik, diterima kembali oleh masyarakat, dan mampu menjalani kehidupan baru dengan akhlak yang mulia.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Lebaran dr. Tifa: Antara Langkah Sunyi, Luka yang Sakral, dan Kemenangan Hati

Terbit: 19 Maret 2026 | 20:10 WIB SUMENEP – Di tengah gempita perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah pesan kontemplatif datang dari sosok intelektual dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa). Melalui…

Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial

Terbit: 17 Maret 2026 | 23:21 WIB JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan nasional, kini berubah menjadi ujian kesabaran bagi jutaan masyarakat. Kendala klasik berupa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *