Santri Alhamidy Banyuanyar Juara I Musabaqah Kitab Kuning Nasional

Terbit: 3 April 2016 | 22:37 WIB

PAMEKASAN, MADURA EXPOSE– Salah satu Santri Al – Hamidy Banyuanyar, Akid Fahrizal sukses menyabet Gelar Juara Satu Musabaqah Kitab Ihya’ Ulumuddin Tingkat Nasional di Sumenep. Lomba kitab Karya besar Imam Al – Ghazali ini digelar Oleh Partai Kebangkitan Bangsa di kediaman Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim, Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Baraji, Gapura.

Zubairi, Salah satu Ustad yang sekaligus menjadi Pengurus di Pesantren Al-Hamidy serta Pendamping peserta itu mengatakan, pihaknya mengaku senang atas prestasi yang ditorehkan anak didiknya.

“Kami hanya mempersiapkan diri dua hari sebelum Lomba dimulai.” Ujarnya. “Kami tau dari media sosial dua hari sebelum Lomba, dan kami langsung mendaftarkan diri. Singkat memang, tapi Alhamdulillah kami bisa menang.” Terangnya melalui sambungan Telfon Maduraexpose.com.

Zubairi menjelaskan, Pihaknya mengikuti Lomba tersebut untuk melestarikan kitab Kuning yang sudah mulai kurang mendapat Perhatian.

“Kami senang dengan adanya Lomba ini. Tujuan kami hanya untuk melestarikan kitab Kuning.” Terang Zubairi.

Dari hasil tersebut, terang Zubairi, peserta yang menyabet gelar juara akan dikirim ke tingkat Nasional pada tanggal 12 – 13 April Mendatang di Jakarta untuk dilombakan se Indonesia.

Sayangnya, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Pamekasan belum memberikan perhatian terhadap prestasi tersebut. “Sejauh ini kami berangkat sendiri.”

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Sumenep Abuya Busyro Karim kepada awak media mengatakan, PKB ingin memberikan sesuatu yang berbeda.

“Musabaqoh kitab kuning ini, tentu untuk melestarikan dan mengembangkan khazanah keilmuan pesantren,” kata Ketua DPC PKB Sumenep, DR. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si dalam sambutan pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning, Sabtu pagi (2/4/2016).

REPORTER: ADDARORI IBNU WARDI
REDAKTUR: FERRY ARBANIA
JENIS LIPUTAN: ADVETORIAL

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *