Sampang ‘Ambyar’: Satu Nyawa Melayang, Puluhan Pohon Tumbang!

Terbit: 6 Maret 2026 | 13:05 WIB

MADURA EXPOSE, SAMPANG – Langit Kecamatan Camplong mendadak gelap pada Kamis (5/2/2026). Tak sekadar mendung, hujan deras yang disertai angin kencang (puting beliung) menyapu puluhan pohon hingga tumbang dan menghancurkan sejumlah rumah warga. Tragedi ini bukan sekadar angka statistik kerusakan material, melainkan telah merenggut satu nyawa warga Desa Rabasan yang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan atap dapur rumahnya.

Kalaksa BPBD Sampang melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat saat ini masih berjibaku melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Namun, di balik pohon-pohon yang tumbang dan tangis warga yang kehilangan keluarga, muncul pertanyaan besar mengenai kesiapan mitigasi bencana daerah. Kerugian material ditaksir mencapai angka fantastis: Rp 200 juta.

Analisis Administrasi Publik: Menyoal Efektivitas Anggaran Bencana

Dalam perspektif Administrasi Publik, ketangguhan sebuah daerah menghadapi bencana diukur dari alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) dan pos anggaran mitigasi. Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran penanggulangan bencana di Kabupaten Sampang menunjukkan tren yang fluktuatif dan cenderung “minimalis” jika dibandingkan dengan risiko geografisnya.

Tahun AnggaranNilai AnggaranFokus Penggunaan
2023Rp 1,8 MiliarMenurun dari tahun sebelumnya (Rp 1,9 M).
2024Rp 150 Juta (PAK)Khusus penanganan kekeringan El Nino.
2025Rp 500 JutaPerbaikan 17 lokasi pascabencana.

Secara teoritis, penurunan anggaran dari Rp 1,9 miliar ke Rp 1,8 miliar pada 2023, serta alokasi Rp 500 juta pada 2025 yang hanya mencakup 17 titik, menimbulkan celah pada aspek Preventif (Pencegahan). Kejadian di Camplong ini menunjukkan bahwa skema rehabilitasi pascabencana seringkali lebih besar daripada investasi pada sistem peringatan dini atau penguatan bangunan warga. Dengan kerugian satu titik saja mencapai Rp 200 juta hari ini, efisiensi penggunaan sisa anggaran tahun berjalan di BPBD Sampang kini berada di bawah sorotan tajam publik. [kom/dbs/tim]

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Gelap di Kafe Lyco: Spesialis Meteran Listrik Sampang Berakhir di Sel

Terbit: 17 April 2026 | 23:59 WIB SAMPANG – Realitas sosial ekonomi seringkali menjadi dalih atas eskalasi tindak kriminalitas, namun pengungkapan kasus terbaru oleh Polres Sampang menunjukkan adanya pola kejahatan…

Tragedi Nakes Sampang Tewas Terlindas Truk Usai Balita Meronta di Kemudi

Terbit: 12 April 2026 | 22:00 WIB SAMPANG, MADURAEXPOSE.COM – Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, menjadi saksi bisu sebuah tragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang tenaga kesehatan (Nakes), Sabtu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *