Rupiah Dekati Rp17.000 Saat IHSG Rekor Tertinggi, Menkeu Purbaya Yudhi Optimistis Modal Asing Segera Perkuat Nilai Tukar

Terbit: 21 Januari 2026 | 03:25 WIB

MaduraExpose.com – Dinamika pasar keuangan Indonesia menunjukkan fenomena yang kontras pada awal pekan ini. Nilai tukar rupiah terpantau mengalami tekanan hebat terhadap dolar AS hingga hampir menyentuh level psikologis Rp17.000, tepatnya di posisi Rp16.955. Namun, di saat yang bersamaan, pasar modal Indonesia justru mencetak sejarah baru.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah (All Time High/ATH) dengan ditutup di level 9.133 pada perdagangan Senin (19/1/2026). Pergerakan yang berlawanan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Aliran Modal Asing Menjadi Katalis Positif

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah tetap akan bergantung pada fundamental ekonomi nasional. Pencapaian IHSG yang menyentuh angka 9.133 menjadi indikator kuat bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat menarik di mata investor global.

Lonjakan tajam indeks saham tersebut diyakini sebagai dampak langsung dari aliran modal asing (capital inflow) yang masuk secara masif ke pasar domestik. Secara teknis, penguatan indeks hingga ke level rekor tidak mungkin terjadi tanpa dorongan likuiditas besar dari luar negeri.

Pemerintah memprediksi bahwa penguatan rupiah hanya tinggal menunggu waktu. Masuknya aliran dana ke pasar saham otomatis akan menambah suplai dolar AS di dalam negeri, yang pada akhirnya akan menyeimbangkan nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.


Sentimen Spekulasi dan Independensi Bank Indonesia

Terkait pelemahan rupiah yang terjadi saat ini, terdapat indikasi adanya unsur spekulasi yang cukup kuat di pasar valuta asing. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap isu independensi Bank Indonesia (BI).

Sentimen negatif tersebut muncul menyusul rencana kepindahan Thomas Djiwandono ke bank sentral, yang oleh sebagian pihak dianggap dapat memengaruhi otonomi kebijakan moneter. Meski demikian, Kementerian Keuangan menilai kekhawatiran pasar tersebut tidak berdasar.

Pemerintah optimistis bahwa pasar akan segera menyadari kondisi fundamental yang sebenarnya dan volatilitas nilai tukar akan mereda seiring dengan masuknya devisa dari sektor modal.

[dbs/gim/ins]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Beli Elpiji 3 Kg Pakai Retina Mata? Said Abdullah: Jangan Hamburkan Anggaran!

Terbit: 6 April 2026 | 23:20 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melemparkan usulan revolusioner guna membendung kebocoran subsidi energi yang kian membengkak. Politisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *