RSUD Sumenep Minta Nyawa, KMS Desak Bupati Segera Copot dokter Fitril

0
689

MADURAEXPOSE.COM—Meninggalnya pasien bernama Mariyatul Kibtiyah (13) asal Desa Lalangon, Kecamatan Manding, Sumenep,Madura membuat banyak kalangan marah dan mendesak bupati Sumenep A.Busyro Karim segera mencopot dr Fitril Akbar, selaku Direktur RSUD H.Moh.Anwar Sumenep.

Pihaknya menduga, penyebab meninggalnya pasien yang masih berstatus siswi SMP tersebut karena ditengarai adanya kelalaian dari pihak rumah sakit maupun tim medis yang menangani.

“Mayoritas akibat dari kesalahan diagnosis itu menimbulkan tubuh pasien panas. Dan ini juga yang terjadi terhadap pasien yang masih berusia 13 tahun hingga meninggal secara tidak wajar di RSUD H.Moh. Anwar Sumenep. Dan kejadian serupa juga sempat menimpa seorang balita dengan gejala yang sama, diduga juga salah diagnosis,’ terang Ahmad Zainullah, Ketua Kaukus Mahasiswa Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, pasien menjalani operasi di RSUD H.Moh.Anwar Sumenep beberapa waktu lalu. Usai dioperasi, tim dokter, meminta sejumlah uang sebesar Rp 550 dengan alasan biaya pengiriman sample ke Surabaya untuk mencocokkan hasil diagnosa penyakit tumor pasien yang telah diklaim sebelum oleh tim dokter RSUD H.Moh.Anwar Sumenep, Madura.

Dan berdasarkan informasi dari pihak keluarga korban yang dihimpun awak media, putri dari Toha warga Desa Lalangon ini menjelaskan, sebelum dioperasi, pasien telah diperiksa oleh tim dokter RSUD Sumenep. Namun setelah diberi obat, tubuh pasien jadi kejang-kejang dan tensi tubuhnya kian panas.

Pasien kemudian dioperasi oleh dokter bedah rumah sakit tersebut. Selama seminggu ditangani tim media RSUD H.Moh.Anwar Sumenep, kondisi pasien terus memburuk hingga meninggal dunia pada Jum’a malam 14 Oktober 2016 lalu.

“Yang membuat kami makin curiga, kematian pasien itu malah oleh pihak tim dokter dibilang mati karena infeksi. Infeksi apa, padahal pihak dokter RSUD Sumenep sendiri yang mendiagnosa dan menyampaikan kepada keluarga pasien, kalau Mariyatul Kibtiyah katanya harus dioperasi karena terserang tumor.

Ini sangat aneh dan harus diseret keranah hukum,” pungkasnya. Sementara dokter Fitril Akbar, Direktur RSUD H.Moh Anwar Sumenep, berkali-kali dikonfirmasi melalui telpon genggamnya tidak merespon untuk dimintai konfirmasi. Bahkan pihak rumah sakit juga terkesan menghindar dari kalangan awak media. [Moh/fat/tim]

rsud-moh-anwar-sumenep1Baca versi KORANEXPOSE