
JAKARTA, (MaduraExpose.com) – Pengamat politik sekaligus filsuf terkemuka, Rocky Gerung, kembali melontarkan kritik pedas terhadap arah kebijakan luar negeri Indonesia pasca-tewasnya pemimpin tertinggi Iran. Rocky menilai, Jakarta seolah kehilangan “Kompas Strategis” dan hanya terjebak dalam retorika normatif yang tidak memiliki daya tawar di panggung geopolitik global.
Secara Teori Hubungan Internasional dan Administrasi Publik, posisi sebuah negara dalam merespons krisis di Timur Tengah adalah cerminan dari kemandirian politik luar negeri (bebas aktif). Namun, menurut Rocky, keterlambatan respons Indonesia menunjukkan adanya kebuntuan birokrasi dalam menerjemahkan dinamika hulu ledak nuklir dan ketegangan Iran-Israel ke dalam kepentingan nasional.
Akal Sehat Geopolitik: Antara Retorika dan Realita
“Diplomasi kita itu sedang mengalami disorientasi. Kita bicara perdamaian di meja makan, tapi di lapangan, hulu ledak sudah diarahkan ke titik koordinat. Indonesia harusnya menjadi dirigen, bukan sekadar penonton di barisan belakang yang telat tepuk tangan,” ujar Rocky dalam analisis terbarunya.
Kritik ini menyoroti bagaimana Struktur Administrasi Kemenlu seringkali terlalu berhati-hati dalam mengambil posisi tegas, yang justru membuat Indonesia terlihat “inferior” di hadapan kekuatan besar seperti Pentagon atau aliansi Timur Tengah. Dalam kacamata Geopolitik Akal Sehat, ketidakhadiran sikap yang cepat adalah kegagalan dalam membaca data intelijen global.
Kehilangan Kompas di Timur Tengah
Bagi Rocky, Indonesia tidak cukup hanya mengirimkan nota duka cita atau imbauan menahan diri. Dibutuhkan langkah taktis yang mampu menyeimbangkan ketergantungan ekonomi dengan integritas politik. “Jangan sampai karena takut pada investasi, kita kehilangan kedaulatan opini. Itu namanya diplomasi transaksional, bukan diplomasi konstitusional,” pungkasnya.



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
