Riset Stidar Rekomendasikan Zero Waste Berbasis Komunitas untuk Kelola Sampah Sumenep

Terbit: 21 November 2025 | 17:17 WIB

SUMENEP) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep kembali menjadi wadah pembahasan kebijakan publik berbasis riset. Pada Kamis (20/11/2025), Tim Riset dari Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (Stidar) menyampaikan hasil penelitian mendalam mengenai efektivitas pengelolaan sampah di Sumenep.

Penelitian berjudul “Efektifitas pelaksanaan Perbub 83 Tahun 2018, tentang kebijakan dan strategi pengelolaan sampah di Kabupaten Sumenep” ini menghasilkan beberapa rekomendasi kunci untuk pemerintah daerah.

Fokus Perbaikan: Pemberdayaan Komunitas dan SOP Pemilahan

 

Dalam presentasinya, Imalah, perwakilan dari Tim Riset Stidar, mengakui bahwa peran pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Sumenep sudah cukup baik. Namun, untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Perbup Nomor 83 Tahun 2018, perhatian harus dialihkan ke tingkat akar rumput.

Rekomendasi utama yang disoroti oleh Stidar mencakup:

  • Penguatan Komunitas Bank Sampah: Pemberdayaan dan penguatan komunitas bank sampah di tingkat desa atau Rukun Tetangga (RT).

  • Kolaborasi Pentahelix: Pelatihan dan pendampingan berkelanjutan yang melibatkan kolaborasi pentahelix (pemerintah, komunitas, akademisi, dan media).

  • SOP Pemilahan: Penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang hierarkis mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Infrastruktur dan Digitalisasi Tata Kelola TPA

 

Lebih lanjut, tim peneliti Stidar mengingatkan pentingnya perbaikan dan pembangunan fasilitas penunjang. Imalah menekankan perlunya pembangunan infrastruktur dan teknologi seperti TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu).

Selain itu, rekomendasi juga menyentuh aspek tata kelola TPA (Tempat Pemrosesan Akhir).

“Termasuk juga perbaikan tatakelola TPA Torbang serta digitalisasi pencatatan sampah,” kata Imalah, menyoroti pentingnya efisiensi dan akuntabilitas dalam manajemen sampah akhir.

Kampanye Zero Waste dan Pengurangan Plastik

Sebagai langkah preventif, Tim Riset Stidar menutup presentasinya dengan menekankan pentingnya kampanye lingkungan masif. Kampanye ini harus diwujudkan melalui edukasi di sekolah, desa, dan komunitas, dengan fokus pada gerakan zero waste dan pengurangan penggunaan plastik.

Hasil penelitian Stidar ini diharapkan menjadi acuan kebijakan penatalaksanaan pengelolaan sampah yang lebih efektif di Kabupaten Sumenep, mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat berbasis partisipasi aktif masyarakat. [Ferry Arbania]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *