Ribuan Petani Tebu Luruk Kantor Gubernur

Terbit: 16 Agustus 2016 | 07:10 WIB

Ribuan petani tebu dari daerah penghasil tebu di Jatim menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Jawa Timur, mereka menuntut Gubernur menutup Pabrik Gula Kebun Tebu Mas (KTM) di Lamongan, karena melakukan impor gula besar-besaran.

Ribuan para petani tebu menggelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Jawa timur, dengan membawa bendera merah putih yang diikatkan di batang tebu dan spanduk bertuliskan Stop Impor Gula. Mereka mendesak Gubernur menutup pabrik gula KTM karena telah melakukan impor gula dan tidak menyerap tebu petani.

Arum Sabil, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia mengatakan, awal berdiri pabrik gula KTM sudah berkomitmen dengan Gubernur, petani, DPR dan Polda, pabrik berjanji tidak akan melakukan impor gula dan menyerap tebu petani. Namun faktanya pabrik tersebut digunakan sebagai kedok impor gula mentah, bukan menggiling tebu petani.

“Padahal produksi gula di Jawa Timur tiap tahun mencapai 1,25 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi gula di Jatim sekitar 650 ribu ton. Data itu menunjukan Jawa Timur, surplus gula 600 ribu ton. Tapi mengapa pabrik gula malah melakukan impor gula mentah hampir 100 ribu ton lebih. Untuk itu, pemprov bersama polda harus mengevaluasi keberadaan pabrik gula KTM dan memberi sanksi tegas sampai pada penutupan,” pintanya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jatim, H. Rofik yang ikut menggelar aksi demo menegaskan, pihaknya sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan tuntutan para petani. Untuk itu, dalam waktu dekat Komisi B akan memanggil sejumlah pihak terkait, untuk mengevaluasi pabrik gula KTM dan mendesak Pemprov mengeluarkan rekomendasi penutupan pabrik KTM.

“Impor gula itu tidak hanya mematikan nasib petani lokal, tapi juga mengacak-acak harapan petani, yaitu kemandirian pangan. Untuk itu, Komisi B akan tegas dan tidak main-main dalam mengevaluasi PG KTM,” ungkap Politisi dari Fraksi PPP ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf, yang menemui para pendemo, mengakui awal didirikan PG KTM telah berkomitmen untuk mengambil tebu rakyat sehingga bentuk impor gula harusnya tidak dilakukan oleh perusahaan tersebut. Ternyata kini PG KTM melakukan impor, data Pemprov Jatim PG KTM telah mendatangkan gula impor sebesar 45 ribu ton dan Pemprov akan meminta PG KTM menjelaskan alasan melakukan import gula.(end)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Strategi Emil Dardak Perkuat Ekonomi Desa Lewat Jambore Kampung Tematik 2026 di Madiun

    Terbit: 25 Februari 2026 | 21:45 WIB SURABAYA, MADURA EXPOSE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Kampung Tematik Indonesia (KTI) yang…

    Kiblat Surabaya di Sumenep: Mengurai Sengkarut Kemiskinan dari Level RT

    Terbit: 23 Februari 2026 | 05:22 WIB Sumenep, MaduraExpose.com-  Momentum Ramadhan 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan. Di balik tembok tebal Pendopo Agung Keraton,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *