Kejari Jember Bidik Korupsi Bansos Ternak

Terbit: 14 Juli 2016 | 15:24 WIB

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember dalam waktu dekat memastikan segera melakukan penetapan tersangka kasus penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) tahun anggaran 2014-2015 untuk kategori Bansos bagi pengajian.

Sedangkan khususnya bansos ternak disinyalir melibatkan beberapa anggota DPRD Jember dan golongan elit penerima bansos ternak akan segera ditingkatkan statusnya dari penyelidikan kepada penyidikan.

Kepala Kejari Jember, Hadi Suhartono mengatakan, agar tidak salah persepsi kepada masyarakat, maka perlu diketahui bahwa pihak kejaksaan kini sedang melakukan penanganan kasus penyelewengan dana bansos dalam dua kategori yakni kategori bansos untuk kelompok pengajian dan bansos untuk kelompok peternak di Kabupaten Jember.

“Kita sedang menangani dua kategori kasus Bansos yang saat ini masuk dalam prioritas penanganan pihak kejaksaan, diantaranya kasus bansos untuk kelompok pengajian dan bansos kelompok peternak di Kabupaten Jember. Khusus untuk bansos kelompok pengajian statusnya telah ditingkatkan dari proses penyelidikan dan menjadi penyidikan,” tegasnya.

Dengan naiknya status, maka tim jaksa menyatakan berkas perkara dan alat bukti untuk kasus bansos kelompok pengajian telah lengkap, sehingga dalam minggu ini kejaksaan memastikan akan segera melakukan penetapaan sejumlah nama yang menjadi tersangaka dalam kasus tersebut.

Lebih lanjut menurut Kajari, belum seluruh penanganan kasus penyelewengan dana bansos tersebut ditingkatkan dalam proses penyidikan karena hingga saat ini pihak kejaksaan masih berupaya meminta keterangan sekaligus pengumpulan bukti-bukti tambahan terkait kasus yang mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan milyar rupiah tersebut, khususnya bansos ternak. Jika sudah lengkap, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menaikkan status kepada penerima Bansos ternak.

Namun yang pasti, pihaknya tetap berkomitmen untuk menuntaskan kasus yang menjadi sorotan masyarakat karena disinyalir banyak melibatkan banyak pihak , termasuk oknum pejabat maupun politisi di Kabupaten Jember. Sehingga kasus hukum bisa berjalan dengan benar tanpa melihat siapa pelakunya.

“Saya berharap dukungan masyarakat untuk turut mengawal penanganan kasus dugaan penyelewenagan dana bansos tersebut hingga tuntas dan akan sesegera mungkin menuntaskan persoalan Bansos termasuk menaikkan status kepada penerima bansos ternak , “ungkapnya dengan nada tegas.

Hasil informasi yang dihimpun Memo X menyebutkan, khusus bansos kelompok hewan ternak, banyak penerima bansos yang diduga fiktif, sebab meskipun mereka menerima bansos dalam bentuk ternak, namun justru diterimakan dalam bentuk uang. (kik/jun/meX)

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Strategi Emil Dardak Perkuat Ekonomi Desa Lewat Jambore Kampung Tematik 2026 di Madiun

Terbit: 25 Februari 2026 | 21:45 WIB SURABAYA, MADURA EXPOSE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Kampung Tematik Indonesia (KTI) yang…

Kiblat Surabaya di Sumenep: Mengurai Sengkarut Kemiskinan dari Level RT

Terbit: 23 Februari 2026 | 05:22 WIB Sumenep, MaduraExpose.com-  Momentum Ramadhan 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan. Di balik tembok tebal Pendopo Agung Keraton,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *