Rekom Busyro Molor, Cawabup Zainal Abidin diuntungkan

0
702

Sumenep, MaduraExpose.com- Koalisi PDI Perjuangan dan PKB dalam mengusung Bakal Calon Bupati (Cabup) dan bakal calon wakil Buptai (Bacawabup) Sumenep kali ini, yang terbilang agak rumit dibanding pada Pilkada sebelumnya.

Sandungan terberat dari kolis Semangka ini terletak pada molornya rekomendasi DPP PKB ke calon petahana, yakni A. Busyro Karim yang rencananya akan berpasangan dengan Achmad Fauzi yang lebih awal mendapatkan rekom dari partai pengusungnya, yakni PDI Perjuangan.

Lambannya rekom Busyro Karim ini membuat tim pendukung, simpatisan maupun relawan keduanya terkesan jalan sendiri-sendiri. Kondisi ini secara psikis sangat mengganggu mental Achmad Fauzi selaku Bacawabup dari PDI Perjuangan.

“Terus terang kami mulai was-was, jangan-jangan rekom DPP PKB tidak jadi diberikan ke calon petahana.Kecemasan-kecemasan semacam itu wajar menjangkit di pikiran pendukung kedua calon itu.”,papar Nurhidayat, pengamat politik dari Sumekar Network, Senin 6 Juli 2015.

Dayat juga bilang, kondisi ‘was-was’ akibat lambannya rekom DPP PKB tersebut sangat menguntungkan kandidat yang lain semisal Muh Sahnan dan Zainal Abidin.

“Terutama Zainal Abidin dan semua tim dibawah semakin gencar melakukan berbagai macam pendekatan hampir diseluruh lapisan masyarakat, para calon pemilih. Kandidat ini jelas lebih fokus karena sudah mengantongi rekom pasti dari partai pengusung”, imbuhnya.

Sejauh ini, posisi incumbent berada diujung tanduk masa jabatannya. Sementara disisi lain, banyak kalangan mulai bergerak melaporkan sejumlah kasus yang disangkakan kepada politis asal Kecamatan Gapura, Sumenep, Madura, Jawa Timur tersebut.

“Taruh contoh kasus dugaan pajak bumi dan bangunan gratis yang sudah dilaporkan ke Polda dan Bareskrim, Mabes Polri karena dianggap melanggar UU”, pungkasnya.

FERRY ARBANIA