Rebutan Toilet, Petugas RSUD Sampang ‘Usir’ Keluarga Pasien

Terbit: 27 Februari 2015 | 22:09 WIB

Sampang (maduraexpose.com) – Lagi-lagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkab Sampang, pelayanan terhadap keperluan pasien tidak diperhatikan melainkan hanya khusus petugas.
kamar-mandi-petugas-rsud-sampang#Ruang kenanga RSUD Sampang tanpa tolite umum, keluarga pasien diusir saat hendak ke kamar mandi . (Foto:Dok-MaduraExpose.com)

Buktinya, fasilitas untuk pasien dan keluarga yang membutuhkan toilet di ruangan Kenanga tidak ada. Ruangan Kenanga adalah ruang bagi ibu hamil dan bayi yang ada di lantai 2. Fasilitas kamar mandi dan WC yang ada di dalam ruang tersebut hanya untuk petugas saja, sehingga banyak di keluhkan pasien dan keluarga.

“Saat itu saya mengunjungi rekan saya yang sedang rawat inap di ruang Kenanga. Secara tak sengaja keluarga pasien yang ada di ruangan tersebut mengeluhkan fasilitas toilet yang katanya hanya khusus untuk petugas saja. Jadi kalau pasien atau keluarga pasien untuk ke toilet harus ke lantai bawah”, kata Buradi, aktivis asal Kecamatan Camplong, Sampang saat berbincang denan Maduraexpose.com, Juma’at (27/2/2015).

Jeleknya pelayanan fasilitas di RSUD Sampang ini, lanjut Buradi harusnya tidak dibiarkan berlarut-larut.

“Harusnya pihak rumah sakit lebih mengedepankan pasien daripada petugas RSUD,” tukasnya dengan nada kesal.

Sementara Direktur RSUD Sampang, dr Titin Hamidah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat kenomer ponsel pribadinya belum memberikan tanggapan terkait keluhan pasien tersebut.

(ms/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Laga Panas Pengadaan Buku: Sahnan MP3S Siapkan ‘Tiket’, Haji Iksan Pasang ‘Gembok’ SIPLAH!

Terbit: 2 Maret 2026 | 02:31 WIB SUMENEP – Awal pekan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep mendadak “gerah”. Bukan karena suhu udara, melainkan karena mencuatnya tensi tinggi antara aktivis pengawas…

Bisnis Buku di Sekolah: MP3.S Siapkan ‘Tiket’ ke Penjara

Terbit: 1 Maret 2026 | 12:11 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Praktik jual-beli buku pelajaran yang melibatkan transaksi langsung antara penerbit dan sekolah di Kabupaten Sumenep kini berada di bawah radar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *