
MaduraExpose.com – Kabupaten Sumenep mencatatkan rapor hijau dalam capaian ekonomi di penghujung tahun 2025. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep melaporkan bahwa realisasi investasi di wilayah Bumi Sumekar berhasil menembus angka signifikan, yakni lebih dari Rp2 triliun.
Kepala DPMPTSP Sumenep, Abd. Rahman Riadi, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari dua kategori besar, yaitu investasi sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) serta Non-Migas.
“Jika dilihat dari realisasi investasi tanpa sektor migas, nilainya mencapai Rp1.916.810.857.000 (satu triliun 916 miliar lebih),” ujar Rahman saat memberikan keterangan resmi terkait capaian kinerja tahunan.
UMKM dan Konstruksi Mendominasi Pasar
Meskipun Sumenep memiliki potensi sumber daya alam yang besar, motor penggerak investasi tahun 2025 justru datang dari akar rumput. Rahman menjelaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi primadona bagi para pemodal.
Beberapa sub-sektor yang memberikan kontribusi paling besar antara lain:
Perdagangan Makanan dan Minuman: Menjadi sektor paling dinamis seiring dengan tumbuhnya industri kreatif kuliner lokal.
Perdagangan Eceran: Menunjukkan daya beli masyarakat yang tetap stabil.
Sektor Konstruksi: Terdorong oleh berbagai proyek infrastruktur yang berjalan sepanjang tahun.
Adaptasi Regulasi: Dari PP 5/2021 ke PP 28/2025
Di balik capaian gemilang tersebut, Rahman tidak menampik adanya tantangan birokrasi yang harus dihadapi sepanjang tahun 2025. Proses perizinan sempat mengalami dinamika akibat adanya transisi regulasi di tingkat pusat.
Pemerintah secara resmi melakukan perubahan aturan main, yang sebelumnya mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, kini diperbarui menjadi PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR).
“Perubahan regulasi ini memang sempat menimbulkan penyesuaian dalam proses perizinan. Namun kendala tersebut bersifat nasional, hampir terjadi di seluruh daerah di Indonesia,” jelas Rahman kepada awak media di Sumenep.
Komitmen Iklim Investasi yang Kondusif
Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan bahwa penyesuaian aturan tersebut tidak akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi. Pihaknya terus berupaya melakukan simplifikasi layanan dan pendampingan bagi para investor agar proses transisi menuju PP 28/2025 berjalan mulus.
Langkah ini diambil guna menjaga kepercayaan pasar dan memastikan iklim investasi tetap kondusif, mengingat target pertumbuhan ekonomi daerah sangat bergantung pada kemudahan akses berusaha (ease of doing business).
Berikut adalah visualisasi data capaian investasi Kabupaten Sumenep sepanjang tahun 2025 berdasarkan data resmi dari DPMPTSP:
Ringkasan Investasi Kabupaten Sumenep 2025
Total realisasi investasi di Kabupaten Sumenep berhasil menembus angka Rp2 triliun lebih. Nilai ini mencakup kontribusi dari sektor migas dan nonmigas.
| Kategori Investasi | Realisasi Anggaran (2025) |
| Total Investasi (Migas + Nonmigas) | > Rp2.000.000.000.000 |
| Investasi Sektor Nonmigas | Rp1.916.810.857.000 |
| Sektor Unggulan | UMKM (Perdagangan & Konstruksi) |
Analisis Sektor Dominan
Investasi di Sumenep pada tahun 2025 didominasi oleh pelaku usaha lokal dan mikro:
Sektor UMKM: Fokus pada perdagangan makanan dan minuman.
Perdagangan Eceran: Menjadi kontributor utama dalam kategori usaha mikro.
Sektor Konstruksi: Mengalami pertumbuhan signifikan seiring pembangunan infrastruktur daerah.
Dinamika Regulasi & Tantangan
Meskipun angka investasi melonjak, terdapat penyesuaian administratif yang memengaruhi proses perizinan di seluruh Indonesia, termasuk Sumenep:
Perubahan Aturan: Transisi dari PP Nomor 5 Tahun 2021 menjadi PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR).
Dampak Nasional: Penyesuaian sistem ini dialami oleh hampir seluruh daerah di Indonesia.
Komitmen Pemerintah: Pemkab Sumenep terus memberikan kemudahan layanan untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif.
Red/Editor: Ferry Arbania

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)