Kios Pasar Bangkal yang dibiarkan terbengkalai. Ketua AAKS, Ach Farid saat melakukan investigasi

MADURAEXPOSE.COM—Sejumlah pihak mengaku psimes dengan upaya pemerintah daerah yang akan “mengkandangkan” ratusan PKL eks Taman Adipura Sumenep pasca relokasi yang sempat dimotori oleh Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi sejak 1 Syawal 1437 H silam.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Saya tidak yakin para PKL akan bertahan lama di kios PKL yang baru dibangun itu. PKL itu pasti betahnya ditempat keramaian yang bisa mendatangkan banyak keuntungan,” ujar Rahmad, salah satu warga Sumenep yang juga seorang pedagang.

Sementara pembangunan kios PKL yang dipusatkan di area Pasar Bangkal tersebut telah menguras anggaran sekitar Rp 3,536 miliar. Padahal, jauh hari sebelumnya ada ratusan kios di area tersebut yang terlantar begitu saja. Bahkan hasil investigasi dari salah satu penggiat anti korupsi menemukan ratusan kios itu dibiarkan rusak begitu saja.

“Mudah-mudahan kios PKL di Pasar Bangkal yang baru dibangun itu tidak terbengkalai begitu saja. Kalau saya pribadi sangat psimes para PKL akan kerasan berjualan ditempat permanen seperti itu. PKL itu khan ngejar pembeli ramai bukan kios,” ujar Syaifur Rahman, salah satu penggiat Rumah Aktivis Sumenep (RUAS) kepada Maduraexpose.com, Rabu (4/1/2017).

Diberitakan sebelumnya, puluhan kios pertokoan di Pasar Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep dibiarkan tak terurus, hingga kondisinya mirip kandang bebek yang penuh becek dan pemandangan kumuh yang mengotori keindahan kota.

Hasil investigasi yang dilakukan oleh Aktivis Anti Korupsi Sumenep (AAKS) menyebutkan, ada sekitar 142 kios yang diduga tidak difungsikan dan dinilai hanya buang-buang anggaran pemerintah. Saking buruknya, kios dibagian tengah los pasar yang bersebelahan dengan pasar hewan tersebut sudah mirip dengan kandang ayam yang menjijikkan.

“Dari hasil keterangan yang kami himpun dari para PKL Pasar Bangkal, ratusan kios pasar itu sudah terbengkalai sejak delapan tahun silam itu sudah dialih fungsikan menjadi tempat tidur dan dapur. Kami menduga ada sesuatu yang tidak beres berkaitan dengan penyalah gunaan,” terang Ach.Farid Azziyadi, Ketua Aktivis Anti Korupsi Sumenep (AAKS) kepada MaduraExpose.Com

[Gus/Fer]