PWNU Jatim Minta Pemerintah Cabut Larangan Mudik Lebaran

0
204
Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat melepas kapal mudik gratis ke Kepulauan Kangean./Istimewa.

Maduraexpose.com- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meminta pemerintah mencabut kebijakan larangan mudik lebaran 2021 menyusul penurunan laju penularang virus corona (Covid-19). Program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah juga berhasil.

“Artinya vaksin berhasil, corona mendekati zero, hendaknya (larangan mudik) dicabut karena sudah setahun lalu tidak mudik,” kata Khatib Syuriah PWNU Jatim Safruddin Syarif dikonfirmasi Selasa (6/4).

Safruddin mengatakan kebijakan pemerintah harus berdasar pada kondisi terkini penyebaran virus corona. Menurutnya, tak ada alasan bagi pemerintah tetap melarang mudik apabila kasus telah terkendali.

“Kalau tahun ini tidak mudik masyarakat akan bertanya-tanya,” ujarnya.

Safruddin menyebut masyarakat berhadapan dengan dilema. Mudik, kata dia, merupakan ajang silaturahmi. Menjaga silaturahmi hukumnya wajib dan sunnah.

Namun, di saat yang sama manusia juga wajib menjaga kehidupan dirinya dan sesama.

“Nah itu yang sulit dipahami oleh masyarakat. Intinya bagaimana kita menjalankan aturan pemerintah,” katanya.

Relawan Peduli Pencegahan Covid-19 Tirta Mandira Hudhi atau lebih akrab disapa dokter Tirta meminta pemerintah merevisi kebijakan larangan mudik lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

Permintaan itu ia sampaikan seiring kebijakan pemerintah yang mengizinkan salat tarawih dan Idulfitri digelar di masjid saat. Selain itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga mulai membuka keran pariwisata pada April ini.

Sebelumnya, pemerintah melarang mudik lebaran sejak 6 sampai 17 Mei 2021. Kebijakan larangan mudik ini mempertimbangkan risiko penularan Covid-19 yang masih tinggi. Masyarakat diminta untuk tak berpergian selama larangan tersebut.

Di sisi lain, pemerintah mengizinkan pelaksanaan salat tarawih dan salat Idulfitri secara berjamaah di masjid dengan tetap mengacu protokol kesehatan yang ketat pada Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan salat berjamaah tarawih dan Idulfitri boleh dilaksanakan di luar rumah dengan catatan jamaah harus dari lingkungan yang sama.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berencana membuka pariwisata untuk wisatawan asal Singapura di Kepulauan Riau pada 21 April mendatang . Ada dua zona yang akan disiapkan, yaitu Nongsa dan Bintan Lagoi.

(cnn)