Ist.foto:Istimewa
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE—Eksotika pulau tikus atau Gili Labak bagian sebagian wisatawan lokal maupun luar Sumenep mengaku tak ada yang berlebihan saat berkunjung ke tempat wisata yang belakangan ini sering digembar gemborkan banyak media.

“Saat menempuh perjalanan menuju pulau Gili Labak, tak banyak hal yang menyenangkan kecuali rasa frustasi dan khawatir perahu tenggelam saat menyeberang dilautan”, terang Imawati, seorang pengunjung Pulau Gili Labak Asal Kecamatan Ganding kepada Madura Expose, Minggu Malam 27 Maret 2016.

Dirinya tertarik mengunjungi Pulau Gili Labak karena sering mendapat inbox dari temennya yang banyak mempromosikan pulau tersebut.

“Nyatanya, setelah datang sendiri ke Pulau Gili Labak, saya mah kok merasa mau pingsan karena panas matahari yang tak terlindungi pepohonan. Menurut saya, masih labih nyaman di Pantai Lombang”, sambungnya.

Ist.Perahu terbalik setelah terhempas ombak/Istimewa
Ist.Perahu terbalik setelah terhempas ombak/Istimewa

Pengalaman yang sama disampaikan Faisal, wisatawan lokal asal Kecamatan Dasuk Sumenep. Menurutnya, saat dirinya ke pulau Gili Labak dan mencoba berenang di tepian pantai, tubuhnya seperti terbakar dan kulit terasa memar.

“Hawanya panas banget disana. Terus persediaan air bersih sangat terbatas. Saya dan teman-teman bingung saat mau shalat. Transportasi lautnya juga pakai perahu. Ini pasti sangat berisiko bagi keamanan kami”, pungkasnya. [zam/fer]