
MADURA EXPOSE—Eksotika pulau tikus atau Gili Labak bagian sebagian wisatawan lokal maupun luar Sumenep mengaku tak ada yang berlebihan saat berkunjung ke tempat wisata yang belakangan ini sering digembar gemborkan banyak media.
“Saat menempuh perjalanan menuju pulau Gili Labak, tak banyak hal yang menyenangkan kecuali rasa frustasi dan khawatir perahu tenggelam saat menyeberang dilautan”, terang Imawati, seorang pengunjung Pulau Gili Labak Asal Kecamatan Ganding kepada Madura Expose, Minggu Malam 27 Maret 2016.
Dirinya tertarik mengunjungi Pulau Gili Labak karena sering mendapat inbox dari temennya yang banyak mempromosikan pulau tersebut.
“Nyatanya, setelah datang sendiri ke Pulau Gili Labak, saya mah kok merasa mau pingsan karena panas matahari yang tak terlindungi pepohonan. Menurut saya, masih labih nyaman di Pantai Lombang”, sambungnya.
Pengalaman yang sama disampaikan Faisal, wisatawan lokal asal Kecamatan Dasuk Sumenep. Menurutnya, saat dirinya ke pulau Gili Labak dan mencoba berenang di tepian pantai, tubuhnya seperti terbakar dan kulit terasa memar.
“Hawanya panas banget disana. Terus persediaan air bersih sangat terbatas. Saya dan teman-teman bingung saat mau shalat. Transportasi lautnya juga pakai perahu. Ini pasti sangat berisiko bagi keamanan kami”, pungkasnya. [zam/fer]





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)