MADURA EXPOSE–Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Ismail, meminta agar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pegawai Lapas Narkotika Klas II A Pamekasan.

Dengan dites rambut Ismail menjelaskan karena kandungan narkotiknya dengan tes urine hanya berlaku 1×24 jam. Maka dari itu pihaknya meminta agar dilakukan tes rambut karena dengan menggunakan metode demikian efek narkotiknya lebih kelihatan dan jelas.

“Kan kalau tes urine hanya 1×24 jam. Tapi kalau tes rambut itu perlu 90 hari untuk membersihkannya, oleh karena itu BNNP turun, kalau perlu BNN Pusat geledah lapas itu,” katanya pada wartawan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Bukan hanya pada pegawainya, tambah Ismail, tes itu agar juga dilakukan pada seluruh nara pidana yang menghuninya, karena tidak menutup kemungkinan yang dulu pemakai akan semakin parah dan yang tidak memakai justru akan terpengaruh menjadi seorang pemakai barang haram Narkoba.

“Karena di Lapas sekarang sudah sangat memprihatinkan, barang haram itu bisa keluar masuk bebas,” tambah Politikus Partai Demokrat itu.

Pihaknya menuding dengan bebasnya keluar masuk barang haram itu besar kemungkinan ada kerja sama yang elok. Sehingga yang menjadi distributor barang haram tersebut adalah pegawai yang mempunyai tugas sebagai kemanan internal.

“Apa sistemnya bagi-bagi hasil sehingga dengan mudah keluar masuk ke tempat yang seharusnya steril dari berbagai hal terutama narkoba,” tanya Ismail denagan nada tegas.(jak/fer)