Reporter Pamekasan: Luthfiadi

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

MADURAEXPOSE.COM– Program pengentasan kemiskinan PAMEKASAN sampai saat ini masih belum merata,pasalnya masih banyak di kecamatan di kabupaten Pamekasan yang masih tergolong miskin dan mempunyai rumah tidak layak huni. Selasa (31/01/17)

Seperti yang dikeluhkan beberapa relawan baik dari lembaga dan pribadi yang sampai saat ini masih peduli terhadap kehidupan masyarakat yang layak di bantu atas dasar data yang jelas dan masuk pada golongan miskin.
Banyaknya keluhan dan masukan dari masyarakat akhir-akhir ini tentang banyaknya masyarakat yang butuh uluran tangan menjadi sebuah tamparan keras bagi pemkab Pamekasan untuk membenahi dan lebih memperhatikan kehidupan masyarakat dibawah.

Seperti halnya yang terjadi di pada Bapak Matnajib dan ibu lansani,dsn. Silih timur,Ds.Murtajih kec.pademawu Pamekasan,untuk mengganjal hidupnya, pasutri tersebut hanya menunggu belas kasih tetangga dekatnya,karena selain tubuh yang sudah renta dan umur sudah lanjut usia,pasutri ini menjalani hidup dengan apa adanya.

Rumah yang terbuat dari bambu,dan tempat tidur bersatu dengan dapur dan kandang ayam adalah tempat yang mereka tempati untuk berteduh dari teriknya matahari dan gugurnya hujan selama 5 tahun.

Ist.Warga miskin di Pamekasan, Madura, Jawa Timur [Foto:Luthfiadi/Maduraexpose.com]

Kehidupan tersebut mengejutkan hati seorang relawan, Wiwin asal Jl.jokotole kel. Barurambat timur yang setiap bulan menyambangi pasutri tersebut dengan memberikan bantuan seikhlasnya dan sesuai dengan kemampuan yang dia miliki.

“Saya setiap bulan menyambangi beliau mas,memberikan sedikit sedekah sesuai dengan kemampuan saya, dan kami berharap program pemerintah seperti PKH dan RTLH karena mereka lumpuhkan dan tak bisa kerja lagi jadi saya harap program tersebut disebarkan secara merata,agar apa yang diharapkan masyarakat menjadi kenyataan dan sesuai dengan harapan” tegasnya [*]