Jalan penghubung di Kecamatan Guluk-Guluk- Pasongsongan tergerus air hingga longsor. [Madura Expose]

MADURA EXPOSE,SUMENEP—Ditengah gencar-gencarnya Bupati dan Wakil Bupati Sumenep menjalankan program 99 hari kerjanya, sejumlah sarana transportasi desa malah porak poranda dan terjadi kerusakan dimana-mana tanpa ada perbaikan.

“Ini sangat mengecewakan rakyat yang selama ini berharap adanya perbaikan di era kepemimpinan Busyro Karim-Achmad Fauzi. Faktanya, kami tetap dikecewakan, jalanan rusak parah tanpa perbaikan. Katanya membangun desa?,” terang Muhmmad Syukkur, salah warga yang melintas di salah satu desa di Kecamatan Ganding yang tengah rusak parah.

Bahkan jalan hotmix yang menghubungkan antara Kecamatan Guluk – Guluk dengan Pasongsongan terlihat hancur lebur karena tergerus air seperti longsor.

Pantauan Madura Expose, kerusakan yang cukup parah ini diduga karena pengerjaan proyek jalannya tidak maksimal. Gambar ini menunjukkan betapa bahayanya kondisi jalan yang ambruk ini. Lokasi jalan ini tepat disamping kebun Assalam milik Pondok Pesantren Annuqayah.

“Kami menduga pengerjaannya tidak maksimal. Jalan ini baru dibangun menjelang pilkada, kok sudah hancur tergerus air,” ujar Wardi, seorang pengendara roda dua yang melintas di lokasi.

Warga setempat juga mengeluh karena hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan dari pihak Pemkab Sumenep.

“Harusnya jalan segera diperbaiki karena sangat membahayakan bagi pengendara. Apalagi ini jalan poros yang menhubungkan dua kecamatan, yakni Guluk-Guluk dan Pasongsongan,” pungkasnya.

jalur-guluk2-pasongsongan-rusak-parah
Hingga berita ini diunggah, belum ada konfirmasi apapun dari pihak terkait dilingkungan Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur. [add/fer]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM