Profesor Yusril Siap Gugat dan Pidanakan KPU

Terbit: 18 Februari 2018 | 17:52 WIB

POLICELINE.CO– Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyatakan pihaknya akan melakukan gugatan pada KPU Papua dan KPU Pusat.

Hal itu terkait kegagalan PBB masuk menjadi salah satu peserta Pemilu 2019.

“Partai (PBB) sangat dirugikan dan dipermainkan KPU,” ujar Yusril saat dikonfirmasi awak media, di Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Mantan Menteri Hukum dan HAM ini berencana akan menggugat dan mempidanakan KPU Papua dan KPU Pusat.

“Bukan saja akan menggugat KPU Papua dan KPU Pusat, tapi juga akan mempidanakan mereka. Kami (PBB) ingin membongkar dugaan bawa ada konspirasi menggagalkan PBB ikut Pemilu dengan memperalat KPU,” ungkap Yusril.

Yusril pun menegaskan akan menggugat secara perdata dan melawan secara pidana.

“Semuanya, bukan saja akan kami gugat secara perdata, tapi juga akan kami lawan secara pidana” tegas Yusril kepada media.

Ia pun telah lama menduga partainya selalu dihalang-halangi dalam mengikuti Pemilu.

“Sebagai partai Islam moderat dan nasionalis, selalu dihalang-halangi ikut pemilu oleh kekuatan sekular dan kiri anti Islam. Sekuat tenaga kami akan melawan,” kata Yusril.

Diketahui, PBB dinyatakan tidak lolos karena tidak memenuhi sarat di satu kabupaten, yakni Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua. Sementara seluruh provinsi, kabupaten dan kota lainnya, PBB lolos, kecuali di Manokwari Selatan.

(trb)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *