Presma Unija Mengutuk Keras Pengusiran PKL Oleh Satpol PP Sumenep

Terbit: 20 Januari 2024 | 19:35 WIB

Sumenep, Maduraexpose.com— Meski baru dilantik sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) di Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep tak lantas membuat Tolak Amir ciut untuk membela kepentingan wong cilik seperti pedagang kaki lima (PKL) yang diduga mendapat perlakuan tidak adil dari sejumlah oknum Satpol PP di kota keris tersebut.

Tolak Amir mengaku telah meyaksikan sendiri arogansi dari oknum penegak perda itu dalam melakukan himbauan yang diikuti dengan tindakan pengusiran terhada PKL yang tengah berjualan mengkais rejeki demi menghidupi keluarganya yang saat ini kesulitan dalam masalah ekonomi.

“Penertiban PKL oleh Satpol-PP Sumenep ini sama sekali tidak mencerminkan kebijakan pemerintahan yang baik terhadap masyarakat menengah kebawah.” Demikian Tolak Amir, Presiden Mahasiswa Unija kepada wartawan.

Amir mengkoreksi tidankan Satpol-PP pada saat mengusir beberapa PKL dinilai telah melampaui batas dari pokok tugasnya sebagai penegak perda. Dia menyebut ada tindakan berlebihan kepada beberapa PKL yang diusir dari tempat mangkal sementara.

“Ada PKL berjualan menggunakan sepeda motor terjaring operasi Satpol PP dengan alasan himbauan. Justru yang terjadi malah pengusiran dengan dalih menegakkan peraturan daerah.” Imbuhnya.

Presma Unija juga menunjukkan fakta lain yang menunjukkan ada tindakan Satpol PP Sumenep yang memberikan kesan tebang pilih dalam menjalankan tugasnya.

“Kami melihat di jalan Diponegoro yang merupakan jalan protokol, banyak pedagang yang tidak diapa-apain oleh Satpol PP. Tidak dilakukan tindakan yang sama seperti yang telah mereka lakukan kepada PKL ditempat lain,” tandasnya.

Bahkan Tolak Amir sempat memperlihatkan fakta menyedihkan terkait tindakan oknum Satpol PP Sumenep pada (161/ 2024 sore.

Saat itu sejumlah petugas Satpol-PP melakukan penertiban PKL. Kebetulan Presma Unija berada dilokasi yang langsung menegur petugas dengan sopan. Namun ditanggapi emosi hingga terjadi percekcokan dengan oknum anggota Satpol PP.

Tolak Amir menilai penertiban PKL terkesan tebang pilih dan tidak mampu memberikan solusi terhadap nasib pedagang kecil di Kabupaten Sumenep.

Tolak Amir juga sempat mempergoki pengusiran PKL yang tengah beristirahat (bukan jualan) di area Mami Muda, sisi timur Taman Bunga Kota Sumenep.

“PKL yang sedang Nagso (istirahat sejenak) didepan area Mami Muda juga menjadi sasaran tindakan tanpa kompromi dari oknum anggota Satpol-PP dengan gagahnya mengusir penjual dan menyuruhnya pindah dari tempat tersebut.” tandasnya.

Presma Unija yang didampingi wartawan saat itu mengkonfirmasi, argumentasi oknum Satpol-PP mengaku bahwa hal itu (pengusiran PKL) dilakukan berdasarkan himbauan.

“Kalau Satpol-PP tegas kepada PKL yang dianggap melanggar, harusnya berani juga dong menindak PKL di Jl. Diponegoro yang mengganggu kepentingan umum.” imbuhnya.

Hingga berita ini diunggah belum ada keterangan resmi dari Kasatpol PP Sumenep terkait dugaan tebang pilih anggotanya dalam melakukan penindakan PKL seperti hasil temuan Presma Unija dilapangan. [mac/zyn/fer]
Sumber:—- Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *