Preman Gili labak Mulai Ganggu Wisatawan Luar Sumenep

Terbit: 13 Mei 2016 | 05:28 WIB

MADURA EXPOSE—Belum kerig trauma sejumlah wisatawan Sumenep tekait matinya mesin perahu yang ditumpangi sejumlah wisatawan, kini muncul persoalan baru yang tak kalah meresahkan, yakni adanya preman pelabuhan yang sangat meresahkan wisatawan dari luar yang hendak berkunjung ke Pulau Gili Labak, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Mohammad Anwar, salah satu Biro Travel jelajah mengugkap fakta memalukan yang dilakukan sejumlah preman kacangan, yang sering bikin ulah dengan cara memalak para wisatawan luar dengan cara meminta pungutan secara paksa. Modusya, para preman ini menggunakan karcis dengan tarif Rp 10 ribu per pegunjung yang hendak menuju Pantai Wisata Gili Labak.

“Ulah mereka itu sangat meresahkan bagi para wisatawan. Kami sudah bayar paket wisata kok masih dimintai karcis dengan alasan macem-macem. Coba hitung saja, kalau satu bus berisi 40 wisatawan, maka otomatis kami harus mengeluarkan uang lagi sebesar Rp 400 ribu,” keluhnya kepada awak media di Sumenep.

Biro travel ini juga sempat mengeluhkan angkutan wisatawan yang melalui jalur laut dari pelabuhan Kalianget menuju Pulau Gili Labak dinilai tidak maksimal dari sisi kenyamanan, terlebih soal keamanan wisatawan yang masih dibawah standar.

Rupanya ulah preman yang memanfaatkan wisatawan luar Sumenep yang hendak ke Gili Labak itu sampai juga ditelinga Kepal Disbudparpora Sumenep, Sufianto. Pihaknya mengaku secepatnya berkooridinasi degan pihak Syahbandar Pelabuhan Kalianget. Namun dari hasil pengecekan sementara, mantan Kabag Humas Protokol Pemkab ini tidak membantah adanya aksi premanisme yang terjadi di pelabuhan.

“Ternyata hasil kroscek dilapangan, preman karcis itu hanya sebagian kecil saja dialami biro tertentu,” dalihnya memberikan penjelasan kepada awak media. [Awi/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *