Potret Sukses Ekonomi Syariah di Ponpes Al-Amien Prenduan Bersama Bank Indonesia

Terbit: 21 Desember 2025 | 14:01 WIB

MaduraExpose.com – Pondok Pesantren bukan sekadar kawah candradimuka bagi para pencari ilmu agama, melainkan juga pusat kekuatan ekonomi umat yang mandiri. Hal ini terbukti saat Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, menjadi titik sentral dalam rangkaian kegiatan Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren 2025 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (14/6/2025) tersebut bertujuan memotret success story kemandirian ekonomi berbasis syariah. Oleh karena itu, Ponpes Al-Amien dipilih sebagai role model karena keberhasilannya mengelola unit usaha produktif yang berdampak langsung pada ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah.

Sinergi Strategis Bank Indonesia dan Pesantren

Dalam kunjungan tersebut, Advisor KPw BI Jawa Timur, Ridzky Prihadi, berdialog langsung dengan Pimpinan Ponpes Al-Amien Prenduan, KH. Achmad Fauzi Tijani. Ridzky menekankan bahwa BI berkomitmen penuh untuk mengangkat potensi ekonomi pesantren ke level yang lebih profesional dan digital.

“Kami ingin memotret bagaimana pesantren mampu menjadi penggerak ekonomi syariah yang transparan dan berbasis digital. Selain itu, ini adalah upaya memperkuat sinergi dalam mendukung stabilitas harga pangan melalui unit bisnis pesantren,” ujar Ridzky saat meninjau peternakan ayam petelur milik pesantren.

Melihat Gurita Bisnis Bariklana: Dari Telur hingga Mie

KH. Achmad Fauzi Tijani menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Bank Indonesia, terutama bantuan kandang ayam petelur modern sejak tahun 2020. Menurut beliau, dukungan ini telah memicu lahirnya berbagai unit bisnis turunan yang tergabung dalam ekosistem “Bariklana”.

Berikut adalah beberapa unit usaha unggulan Ponpes Al-Amien yang menjadi pilar ekonomi syariah di Madura:

  1. Peternakan Ayam Ras Petelur: Tulang punggung ketahanan pangan yang membantu menekan inflasi harga telur di wilayah Madura.

  2. Air Mineral Bariklana: Produk air minum berkualitas tinggi yang telah merambah pasar luas di Pulau Garam.

  3. Bariklana Bakery & Mie: Industri olahan yang memanfaatkan bahan baku internal, menciptakan siklus ekonomi berputar di dalam pesantren.

  4. Pabrik Tahu & Tempe Organik: Memproduksi makanan sehat tanpa pengawet untuk konsumsi santri dan masyarakat.

  5. Ketahanan Pangan (Beras): Pesantren bertindak sebagai offtaker yang menyerap hingga 50 ton beras per bulan dari petani lokal.

Menariknya, Ponpes Al-Amien juga telah mengadopsi teknologi mutakhir melalui Inovasi Transaksi Digital Non-Tunai menggunakan sistem sidik jari (fingerprint) di koperasi dan kantin. Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman dapat berjalan beriringan dengan modernitas teknologi.

Inspirasi untuk Pesantren di Seluruh Indonesia

Sebagai penutup, Ridzky Prihadi menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Al-Amien Prenduan harus direplikasi oleh pesantren lain. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berdaya secara spiritual, tetapi juga tangguh secara finansial.

“Al-Amien telah membuktikan bahwa pesantren adalah pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kami berharap, publikasi ini menginspirasi kemandirian ekonomi hijau dan syariah yang berkelanjutan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan Jelajah UMKM dan Pesantren 2025 ini diharapkan terus menumbuhkan ekosistem bisnis yang kokoh, sejalan dengan visi ekonomi syariah nasional yang inklusif. [Tim/Red]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *