
Ambunten, Sumenep, Jatim (Madura Expose)–  Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW., Pondok Pesantren Assa’dad Ambunten menyelenggarakan sebuah acara agung yang sarat makna.
Acara ini tidak hanya mengacu pada tradisi ahlussunnah wal jamaah yang telah masyhur, tetapi juga menghadirkan peninggalan-peninggalan mulia Baginda Rasulullah SAW. sebagai wasilah (perantara) tafaqquh (mendalami ilmu agama) dan tabarruk (mencari keberkahan).
Menurut keterangan yang diterima redaksi, acara ini diselenggarakan dengan merujuk pada pemahaman kitab kuning yang menjelaskan mahabbah (kecintaan) terhadap Rasulullah.
Hadirnya peninggalan beliau menjadi bukti nyata ittiba’ ahlussunnah wal jamaah, di mana mencintai Rasulullah tak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan mengenang dan memuliakan jejak-jejak beliau.
Al-Habib Sayyid Khalid Al-Attas, seorang ulama terkemuka dari Abu Dhabi, dijadwalkan hadir sebagai penceramah utama.
Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang kemuliaan Rasulullah, sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab-kitab klasik yang menjadi rujukan pondok pesantren.
Rangkaian Acara Bertabur Berkah
Rangkaian acara telah tersusun rapi, dimulai dari:
Ahad, 5 Oktober: Pameran dan sowan kepada peninggalan Nabi SAW. dibuka secara khusus untuk masyarakat Ambunten di area Pondok Pesantren Assa’dad.
Senin, 6 Oktober: Kesempatan yang sama diberikan untuk umum. Seluruh umat Islam dipersilakan untuk hadir dan mengambil keberkahan dari peninggalan-peninggalan suci ini di lokasi yang sama.
Malam Selasa: Acara puncak akan dilangsungkan di Lapangan Sepak Bola Ambunten Timur, mencakup pembacaan Maulid serta ceramah agama yang mendalam.
Momen paling dinanti adalah pembagian air yang telah dicelupi rambut Rasulullah, sebuah praktik tabarruk yang masyhur dalam tradisi ahlussunnah wal jamaah.
Setiap peserta yang hadir tidak akan dikenakan biaya sedikit pun alias gratis. Mereka juga berkesempatan mendapatkan sebotol air celupan rambut Nabi serta menziarahi peninggalan beliau, termasuk jubah, sorban, hingga 10 artefak lainnya.
Ini adalah kesempatan emas untuk menguatkan mahabbah dan meresapi ajaran ahlussunnah wal jamaah secara langsung.(*)





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)