Ist. Ribuan warga Desa Guluk-Guluk, Sumenep saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Dok. MaduraExpose.com)

MADURA EXPOSE–Penyidik Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur menetapkan dua (2) tersangka penyelewengan raskin yang diamankan di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, 9 Juli 2015.

“Sudah naik kepenyidikan, tersangkanya ada dua. Inisial Z dan SYD,” terang Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanudin pada PortalMadura.Com, Rabu (6/7/2016).

Ia menjelaskan, peran inisial Z adalah orang yang ada di lokasi pada saat menaikkan beras pada kendaraan roda empat di Desa Nambakor.

“Kalau tersangka SYD berperan sebagai penyedia angkutan raskin,” katanya.

Sebelumnya, pada tanggal 8 Juli 2015, raskin sebanyak 41.130 kilogram diambil dari Gudang Bulog Kalianget. Bantuan beras itu, merupakan jatah masyarakat Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean.

Lalu beras tersebut diangkut dari Pelabuhan Gersik Putih, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Sumenep menggunakan KLM Cinta Mekkah.

Kapal dinahkodai Saharuddin (38), warga Desa Saobi, Kecamatan Kangayan. Namun, beras yang seharusnya diantarkan ke Kangean justru dibelokkan ke perairan Desa Nambakor, Saronggi.

Bantuan tersebut diduga akan diselewengkan. Sehingga aparat kepolisian menggagalkan.
IMG_20160706_024629
(Hartono)

HotNews:  Koordinasi Babinsa Koramil 0827/21 dengan Aparat Desa