Pilkada Sumenep Memanas, Deklarator PKB Pindah “Kelain Hati” Fauzi-Eva Direstui

0
277

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Catatan Kecil Ferry Arbania

Maduraexpose.com–Banyak pihak yang tidak menyangka sebelumnya, jika koalisi PKB-PDIP Sumenep akan berakhir dipenghujung tahun 2020 ini. Itu terjadi, setelah partai bentukan Gusdur itu memilih jalan sendiri, meninggalkan partai berlogo banteng demi mengusung dua tokoh yang konon bukan kader PKB,yakni Fattah Jasin (Ex Kadishub Jatim) dan Ali Fikri (kader PPP). Sementara PDIP beserta koalisinya memilih mengusung Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi berpasangan dengan Ketua Muslimat NU Nyai Dewi Khalifah.

Kendati kedua kubu sudah sama-sama mendeklarasikan bakal pasangan calon (Bapaslon) mereka beberapa waktu lalu. Namun, yang menjadi perhatian publik, adalah “keberpihakan” Kiai Taufiqurrahman,FM, yang selama ini dikenal sebagai deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) justru kepada bapaslon diluar PKB. Padahal beliau juga dikenal sebagai Rais Syuriah PCNU Sumenep yang sangat disegani dan ditakdzimi.

Usut punya usut, ternyata keberpihakan atau lebih tepat dukungan Kiai Taufiq kepada Bapaslon Achmad Fauzi – Nyai Dewi Khalifah tidak datang secara dadakan. Hasil tabayyun tim investigasi beberapa waktu lalu menyebutkan, jika Kiai Taufik mengaku sudah lama menyatakan pilihannya tersebut.

Kiai Taufiq yang sudah kenyang dengan asam garam politik ini memastikan dukungannya secara pribadi bukan atas nama organisasi ataupun lainnya. Bahkan secara diam-diam, silaturrahim kedua belah pihak terjalin sangat intens dan guyub sesama warga nahdiyin, maupun kapasitasnya sebagai umaro dengan Ulama.

“Tujuannya satu, demi menyambung silaturrahim sambil mencarikan solusi atas setiap persoalan umat, terutama warga pesantren dan NU,” demikian Achmad Fauzi dalam sebuah perbincangan dengan Redaksi Maduraexpose.com beberapa waktu lalu.

Ia pun menceritakan tentang keistiqomahan Kiai Taufiq, yang selalau berhati-hati dalam mengambil keputusan. Termasuk ikhtiar politik dan dukungan yang diberikan terhadap dirinya dan nyai Eva.

“Dukuangan Kiai Taufiq kepada saya dan nyai Eva itu murni demi kemaslahatan Sumenep kedepan. Beliau itu sosok yang tidak asal dalam mengambil keputusan,”imbuhnya.

Sementara Kiai Taufiq sendiri, dalam sebuah kesempatan menjelaskan kepada wartawan di Sumenep soal kepastian dukungannya yang sudah tersiar secara terbuka kepublik.

Pengasuh Ponpes Mathlabul Ulum, Jambu, Lenteng yang dikenal sebagai deklarator PKB ini, tak satupun membantah soal kedekatannya dengan sosok Achmad Fauzi dan Nyai Dewi Khalifah.

Kiai Taufiq menyebut dirinya kerap melakukan pertemuan jauh sebelum adanya hiruk pikuk Pilkada Sumenep yang dijadwalkan KPU 9 Desember 2020.

“Sebelum ramai-ramai soal Pilkada Sumenep 2020, sudah kerap kali berjumpa terutama saat sama-sama hadir dalam sebuah acara maupun di kediamannya,”demikian Kiai Taufiq menuturkan.

Bahkan Kiai Taufiq tak menampik jika dirinya sudah biasa berkomunikasi dengan Paman Achmad Fauzi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI.

“Kami juga biasa berkomunikasi dengan pamannya Pak Fauzi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI (MH Said Abdullah). Tidak hanya sekali kalau soal bertemu dan berkomunikasi,” papar Kiai Taufiq menambahkan.

Salah satu alasan Kiai Taufiq memilih Achmad Fauzi karena dinilai sudah memenuhi syarat secara fatsun,

“Tertib politik dan memiliki kapasitas untuk didukung. Apalagi bacawabupnya merupakan figur ke-NU-an telah teruji dan sangat tidak diragukan lagi. Jadi, saya mendukung berdasarkan ijtihad politik saya ke Fauzi-Eva. Itu sudah kami sampaik jauh-jauh hari sebelumnya,” tutup Kiai Taufiq.

Sumenep: Jum’at, 10 Muharram 1442 H / 28 Agutus 2020
*)Wartawan Sontoloyo[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]