
Sumenep, Madura Expose – Terpilihnya KH. Md Widadi Rahim sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2025–2030 disambut suka cita oleh berbagai kalangan masyayikh dan kader di Sumenep. Salah satunya adalah KH. A. Hazmi Basyir—yang dikenal sebagai Kiai Hazmi Latee—yang mengungkapkan kegembiraannya melalui akun media sosial.
Adik kandung dari Rais Syuriah PBNU, Prof. Dr. KH. A’la Basyir, ini memberikan pandangan mendalam mengenai keputusannya mendukung KH. Md Widadi Rahim, sambil tetap menjunjung tinggi kualitas kader NU lainnya.
“ALHAMDULILLAH Akhirnya calon yang saya dukung terpilih sebagai ketua PCNU,” tulis Kiai Hazmi Latee.
Mengakui Kualitas Kader Pilihan NU
Meskipun bersyukur atas kemenangan Kiai Widadi, Kiai Hazmi menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali tidak mereduksi kualitas calon lainnya. Menurutnya, kontestasi ini hanya memilih satu di antara banyak kader pilihan terbaik yang sama-sama layak diberi mandat khidmat.
Beliau kemudian menguraikan profil dua kandidat lainnya:
Kader Visioner: Calon pertama adalah seorang Kepala Kemenag Sumenep yang dinilai memiliki kepemimpinan cekatan dan visioner, sosok yang piawai mengurus birokrasi.
Ulama Alim Kitab Kuning: Calon lainnya dikenal sebagai sosok yang alim (berilmu) dan kesehariannya tidak lepas dari kajian kitab kuning, mencerminkan tradisi keilmuan pesantren yang kuat.
Dukungan Bersyarat untuk Khidmat Total
Kiai Hazmi Latee juga menyinggung pernyataan KH. Moh Salahuddin A Warits (Ra Mamak). Beliau setuju bahwa andai saja Abdul Wasid (Kepala Kemenag Sumenep) bersedia all out mengurus NU dan mundur dari jabatannya, sosok tersebut sangat layak didukung sepenuh hati oleh jam’iyah.
“Dan saya setuju pendapat Kiai Mamak bahwa beliau layak didukung jika berani fokus mau all out mengurus NU dan mundur dari jabatannya,” terang Kiai Hazmi Latee.
Pernyataan ini menegaskan prinsip mendasar NU yang tertuang dalam Kontrak Jam’iyah: posisi Ketua Tanfidziyah menuntut fokus total dan independensi penuh dari jabatan politik atau struktural yang berpotensi menyita waktu dan chemistry organisasi.
Tiga Alasan Kiai Hazmi Memilih Kiai Widad

Pada akhirnya, Kiai Hazmi Basyir memilih berada di barisan pendukung Kiai Widadi Maloloh. Pilihan ini didasarkan pada tiga pertimbangan utama yang bersifat rasional dan organisatoris:
Keniscayaan Pilihan: “Pertama, ketiganya tak mungkin menjadi ketua semua. Harus dipilih satu di antara yang 3.”
Waktu dan Lapangan: “Kedua, saya melihat beliau punya waktu paling leluasa dan sudah lama saya mengenalnya sebagai orang lapangan (memiliki pengalaman langsung di struktur bawah).”
Chemistry dan Militansi: “Ketiga, Saya merasakan aura militansi pendukung beliau yang luar biasa karena kami sudah lama bergerak bersama sehingga penyesuaian ‘chemistry’-nya tak sulit.”
Keputusan yang didasari chemistry dan keyakinan akan komitmen waktu ini menunjukkan bahwa khidmat di NU memerlukan totalitas dan keterlibatan langsung di tengah-tengah jamaah. Dengan terpilihnya Kiai Widadi, seluruh kader diharapkan kembali bersatu untuk menggerakkan harakah PCNU Sumenep di bawah Khittah yang telah disepakati.***





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)