Anggota Dewan PKB Nur Faizin Bahagia Hadiri Konfercab Sumenep di PP. Annuqayah Latee

Terbit: 8 Desember 2025 | 19:52 WIB

Sumenep, Jawa Timur – Semangat kebersamaan dan khidmah terasa kental dalam gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep yang diselenggarakan pada Ahad, 7 Desember 2025. Acara penting organisasi Islam terbesar di Indonesia ini bertempat di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep.

Salah satu tokoh yang hadir dan menyatakan kebahagiaannya adalah Nur Faizin Darain, Anggota Dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Jawa Timur. Politisi muda asal Sumenep ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah.

Energi Khidmah di Konfercab NU Sumenep

Melalui akun Facebook pribadinya, Nur Faizin Darain mengungkapkan rasa syukur dan bahagia yang mendalam atas kesempatan berharga ini.

“Merasa sangat bahagia dan bersyukur bisa hadir di tengah-tengah para pejuang jam’iyah dalam Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama’ Kabupaten Sumenep yang diselenggarakan di PP. Annuqayah Latee,” tulis Nur Faizin, melengkapi unggahan sejumlah foto penuh kehangatan bersama para Masyayikh dan pengurus NU.

Ia menambahkan bahwa suasana Konfercab memberinya energi positif untuk terus mengabdi. “Suasana kebersamaan, khidmat, dan semangat berjuang begitu terasa, menjadi energi tersendiri untuk terus mengabdi pada umat dan jam’iyah,” lanjutnya. Ungkapan ini menunjukkan komitmen Faizin sebagai kader PKB yang lahir dari rahim NU.

Harapan Agar NU Semakin Responsif Hadapi Tantangan Zaman

Dalam penutupnya, Nur Faizin Darain menyampaikan doa dan harapan tulus agar Nahdlatul Ulama (NU) ke depan semakin tangguh dan relevan di tengah dinamika global. Doa ini sejalan dengan tema besar Konfercab yang bertujuan merumuskan program kerja NU Sumenep lima tahun ke depan.

“Semoga NU ke depan semakin kuat, responsif terhadap tantangan zaman, serta terus menjadi penopang persatuan, dakwah, dan kemaslahatan umat,” harapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur organisasi.

“Mari bersama menjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dan menghidupkan khidmah untuk Indonesia yang lebih sejuk dan bermartabat,” pungkas Nur Faizin.

Pernyataan ini menegaskan posisi NU sebagai benteng NKRI yang mengedepankan moderasi beragama (wasathiyah) dan kontribusi nyata demi kemajuan bangsa. Kehadiran tokoh politik seperti Nur Faizin membuktikan sinergi antara ulama dan umara dalam memperkuat ajaran Aswaja dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.***

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

    Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

    Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

    Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *