Madura Expose—Sejumlah pendemu mengaku kecewa dengan para petinggi Polres Sumenep yang tak satupun mahu menemui para pendemo yang meminta penjelasan terkait lambannya penangkapan terhadap para pelaku penggoreng tangan Toni, siswa SMA Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (25/1/2016).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Effendy Korlap aski menyampaikan kekecewaannya usai melakukan aksi unjuk rasa dan orasi dengan pengawalan ketat puluhan aparat kepolisian.

“Ayo siapa diantara polisi-polisi ini yang mahu memberikan penjelasan. Saya tantang disini biar semua orang tahu kinerja para penyidik yang menangani kasus penganiyaan terhadap Toni, anak dibawah umur. Kenapa sampai sekarang pelakunya belum juga ditangkap. Apa kalian takut sama oknum pengacara”, tantang Effendy didepan aparat kepolisian.

Pihaknya juga menyangkan pengamanan yang terkesan berlebihan menghadapi segelintir pendemo yang jumlahnya tidak mencapai 20 orang.

[A88/b@r]