Pesona Nyai Eva Digelanggang Pilkada Sumenep

0
478

Oleh: Ferry Arbania, Pimred Maduraexpose.com

Banyak yang terheran-heran dengan pesona Nyai Eva yang saat ini menjabat Ketua PC Muslimat NU Sumenep mendampingi Achmad Fauzi sebagai bakal calon Wakil Bupati di Pilkada 9 Desember 2020.

Wanita cantik yang memilki nama lengkap Nyai Dewi Khalifah ini memiliki nilai tawar yang sangat tinggi tidak hanya karena anggun penampilannya. Lebih dari itu, kepiawaiannya dalam menata komunikasi yang hangat dengan setiap komunikannya, menjadi aura tersendiri.

Dalam hal kemampuan komunikasi Nyai Eva ini,kita jadi ingat kata bijak Ketua Umum Partai Gerindra Parabowo Subianto, bahwa Setiap perbedaan pendapat ataupun pertentangan politik hendaknya diselesaikan secara musyawarah dan damai. Musyawarah inilah yang menjadi cirikhas dirinya yang lahir dan dibesarkan di lingkungan pesantren.

Keyakinan mendalam bahwa perbedaan adalah rahmat, seolah menjadi instrumen terindah bagi Nyai Eva untuk tetap berkomunikasi secara fair dengan siapapun, bahkan terhadap lawan politiknya. Kawan dan lawan hanyalah soal beda baju kepentingan dalam strategi perjuangan.

Bagaimana bisa Nyai Eva berpasangan dengan Achmad Fauzi?

Seperti publik mafhum bersama, Nyai Eva merupakan lawan politik Achmad Fauzi di Pilkada Sumenep 2015 silam. Saat itu Nyai Eva berpasangan dengan Mantan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur melawan Achmad Fauzi yang berpasangan dengan KH.Busyro Karim mantan Ketua DPRD Sumenep dari Fraksi PKB.

Mungkin benar apa yang kerap diucapkan Najwa Shihab, bahwa Berbicara politik sebagai debat kebijakan, bukan kasak-kusuk elit berebut kekuasaan.

Begitu juga pesan Humor dari seorang Aktor dari Amerika Serikat yang hidup antara 1879-1935 Will Rogers yang menyentil gelitik Politik itu mahal, bahkan untuk kalahpun kita harus mengeluarkan banyak uang. Namun hal itu seakan tak membuat Nyai Nyai Eva tumbang apalagi menyerah untuk terus berjuang demi kepentingan umat,pastinya melalui jalur demokrasi konstitusional.

“Salah satu hukuman karena menolak untuk berpartisipasi dalam politik adalah saat Anda akhirnya diperintah oleh bawahan”, Plato, Filsuf dari Yunani 427 SM – 347 SM.

Meski sudah dua kali kalah dalam pertarungan Pilkada Sumenep, Sosok Nyai Eva malah makin “seksi” dipermukaan. Fatwa-fatwa politik dan keagamaan yang mengakar inilah, yang membuat umat untuk terus mendorongnya maju di Pilkada Sumenep yang dijadwalkan KPU 9 Desember 2020.

Bahkan dipertengahan 2019 silam, sejumlah tokoh kepulauan meminta perempuan yang dikenal sangat dekat dengan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur untuk maju kembali di Pilkada Sumenep.

Dengan rendah hati kala itu, Nyai Eva justru mengingatkan tentang kekalahannya selama dua kali maju di pertarungan Pilkada Sumenep.Namun jika permintaan itu adalah sebuah amanat yang dipercayakan kembali, maka dirinya siap berjuang sambil melayani kepentingan umat.

“Jika masyarakat percaya pada saya, untuk maju kembali pada pilkada yang akan datang, Insyaallah saya akan menjaga amanah itu. Amanah itu akan menjadi pertanggung jawaban saya, baik kepada warga Sumenep maupun kepada Allah SWT,” demikian Nyai Eva memberikan tanggapan saat itu seperti dikutip dari laman penamadura.com yang dipublish pada Jum’at 21/06/2019 17:07 WIB.

Salah satu komitmen Nyai Eva yang sejak awal maju pada Pilkada 2010, 2015 dan saat ini Pilkada Sumenep 2020 adalah semangatnya yang kokoh untuk terus memperjuangkan kepentingan pendidikan dan kesehatan kaum ibu dan anak. Termasuk juga soal perberdayaan ekonomi perempuan dan pemuda, hingga masalah percepatan pembangunan di wilayah kepulauan akan tetap menjadi ikhtiar politiknya.

Selamat berjuang Bunda, sebab “Dalam perang Anda hanya bisa terbunuh sekali, tapi dalam politik Anda bisa mati berkali-kali”,Winston Churchill, Negawarawan dan Peraih Nobel Sastra dari Inggris . (*)

Sumenep, 12 Agustus 2020