
[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP–Keluarga besar Annuqayah memastikan tak pernah memberikan pernyataan untuk mengalihkan dukungan kepada pasangan calon yang diusung PKB bersama partai koalisinya, menyusul direkomnya Ali Fikri sebagai bakal calon wakil Bupati mendampingi Bacabup Fattah Jasin.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Keluarga besar Annuqayah Kiai Hazmi Basyir saat dihubungi Redaksi Maduraexpose.com kemarin malam.
Menurut Kiai Hazmi, apalagi sejak awal penjaringan bakal calon, Ra Fikri diakuinya tidak pernah berkoordinasi dengan keluarga besar Annuqayah secara mayoritas.
“Soal Ra fikri di M-2 itu tidak pernah koordinasi dengan kami, mayoritas keluarga besar Annuqayah,” tandas Kiai Hazmi Basyir kepada Maduraexpose.com.
Saudara kandung dari Profesor KH Abd. A’la Basyir Latee ini memastikan, keputusan bulat keluarga besar Annuqayah untuk tetap mendukung Ra Mamak karena melihat dinamika politik yang sangat dinamis.
Pihaknya melihat hanya beberapa partai saja yang berani mengeluarkan SK. Sedangkan mayoritas partai lain diduga hanya mengeluarkan rekom pencalonan.
Selain itu, konteks dukungan terhadap Ra Mamak dinilai karena dari awal sudah menjadi keputusan bersama berdasarkan aspirasi dari sejumlah kalangan termasuk dari kalangan simpatisan dan loyalis Ra Mamak yang tetap tidak bergeming sedikitpun.
.
“Karena memang konteksnya beda. Selain mendukung Ra Mamak karena memang punya kapabilitas, beliau (karena) akan maju di M-!,” beber mantan Anggota DPRD Sumenep ini.
Kiai Hazmi juga menyinggung soal kesetiaan pendukung Ra Mamak yang akan bertahan atas keputusannya hingga pendaftaran di KPU selesai.
Tak Hanya itu, Kiai Hazmi juga menghimbau agar siapapun selain Ra Mamak untuk berpolitik secara sportif.
“Silahkan berkampanye secara sportif. Jangan bawa-bawa lembaga,” tutup Kiai Hazmi Basyir kepada Maduraexpose.com.
Seperti diketahui beberapa waktu lalu PKB bersama sejumlah parpol koalisnya telah menggelar deklarasi untuk pasangan Fattah Jasin-Ali Fikri untuk Pilkada Sumenep 9 Desember 2020. [Ferry Arbania][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)