
Sumenep – Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep 2025, yang digelar di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, hari ini, Minggu (7/12/2025), menjadi arena tausiyah (nasihat keagamaan) yang mendalam dari Prof. Dr. KH. Abd. A’la Basyir.
Tokoh sentral NU sekaligus Khodimul Ma’had Annuqayah Latee ini menggunakan kesempatan tersebut untuk menancapkan kembali fondasi filosofis kepemimpinan dalam jam’iyah NU. Pesan beliau lugas: kepemimpinan harus didasarkan pada semangat pelayanan dan kebapakan, bukan otoritas belaka.
Mandat PBNU dan Spirit Khodimul Ma’had
Prof. A’la Basyir, yang memegang jabatan strategis sebagai Rais Syuriah PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), memilih untuk merendahkan diri di hadapan peserta. Beliau menegaskan bahwa kehadirannya—meski dengan mandat nasional—adalah sebagai pelayan bagi pesantren yang menjadi tuan rumah.
“Saya hadir di sini sebagai Khodimul Ma’had (Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee),” tegas Kiai A’la, sapaan akrabnya.
Beliau bahkan secara terbuka memohon maaf atas segala kekurangan shohibul bait (tuan rumah): “Saya sebagai khodimul ma’had, pelayan pondok pesantren Annuqayah Latee, mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyambutan, dalam pelaksanaan, [ada] banyak hal-hal yang kurang, mulai dari duduk di emperan, mulai suasana, cuaca yang panas tentunya.”
Sikap tawadhu’ (rendah hati) ini menjadi pembuka sekaligus teladan tentang bagaimana seorang pemimpin NU harus bersikap.
Dua Pepatah Arab, Inti Kepemimpinan Aswaja
Inti pesan Prof. A’la Basyir ditujukan kepada seluruh jamaah dan pengurus, terutama yang akan memegang amanah pasca-Konfercab. Beliau mengutip dua maqolah (pepatah) Arab yang wajib menjadi etos khidmat di NU:
1. Pemimpin Umat Adalah Pelayan Umat
Prof. A’la mengutip pepatah yang amat terkenal dalam tradisi kepemimpinan Islam:
“Sayyidul Qaumi Khodimuhum. Pemimpin umat itu adalah Kabulenah (Pelayan) Umat.”
Pesan ini menekankan bahwa otoritas tertinggi di NU, baik di tingkat MWCNU maupun PCNU, harus diwujudkan dalam kerja nyata dan pengabdian (khidmat) tanpa batas kepada umat. Ketua yang terpilih harus mengutamakan kepentingan jamaah di atas kepentingan pribadi atau golongan.
2. Ayah Sebelum Pemberi Perintah
Pesan kedua memiliki relevansi kuat dalam konteks hubungan organisasi vertikal dan horizontal di NU.
“‘Al Qaid Abun Qabla ayyakuna ‘amiron. Pemimpin adalah Ayah sebelum Ia menjadi pemberi Pemerintah. Jadi jangan suka menjadi pemberi perintah, tapi benar-benar mendengar suara dari bawah,” pungkas beliau.
Tausiyah ini berfungsi sebagai pengingat keras agar pemimpin NU yang baru tidak bersikap otoriter. Mereka harus memiliki sifat kebapakan, yang mengayomi, mendidik, dan paling utama, mendengarkan secara saksama aspirasi dari MWCNU dan Ranting di akar rumput, sebelum membuat instruksi atau kebijakan.
Pesan-pesan spiritual dan organisatoris ini diharapkan menjadi pondasi bagi PCNU Sumenep masa khidmat 2025–2030, memastikan bahwa harakah dan rekomendasi yang dihasilkan Konfercab hari ini benar-benar mencerminkan semangat pengabdian dan kebapakan yang menjadi ciri khas Ahlussunnah Wal Jamaah.***





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)