Madura Expose- Belum tertangkapnya para pelaku kepenganiayaan sadis dengan cara menggoreng tangan Toni, siswa SMA Negeri 2 Sumenep membuat banyak kalangan mengecam kinerja penyidik Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kecaman juga datang dari anggota Fraksi Partai Demokrat yang saat ini menempati Komisi I DPRD Sumenep yang membidangi hukum dan pemerintahan, Ach Djoni Tunaidy. Dirinya secara tegas mengecam tindakan keras terhadap anak dibawah umur yang membuat tangan korban nyaris cacat seumur hidup karena digoreng oleh para pelaku.

“Saya minta polisi segera tangkap pelaku. Perbuatan pelaku (yang menggoreng tangan korban) sudah sangat tidak manusiawi”, ujar Ach Djoni Tunaidy, anggota Komisi I dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumenep, Madura, kepada Madura Expose Network, Selasa (9/2/2016).

Djoni secara tegas meminta pihak aparat kepolisian untuk tidak main-main dalam menangani kasus kekerasan anak yang saat ini menjadi atensi Presiden Jokowi dengan seluruh pihak terkait di Jakarta.

“Penganiayaan sadis dengan cara menggoreng tangan Toni ini sudah masuk ranah pidana murni. Semua yang terlibat harus ditetapkan sebagai tersangka dan cepat ditangkap”, tandasnya.

Pihaknya menyayangkan lambannya pihak Polres Sumenep yang belum menangkap satupun para pelaku. Harusnya kepolisian, lanjut mantan Ketua Partai Demokrat Sumenep ini, sudah mengidentifikasi para pelaku dan menyeretnya ke ranah hukum.

“ Kalau para pelaku sudah teridinetifikasi, kenapa pihak polisi tidak segera menetapkan tersangka dan tidak segera ditangkap. Ada apa ini???”, pungkasnya berang.

Sebelumnya, Ahmad Fahrur Futoni alias Toni, dituding mencuri handphone milik Dimas Wulandari, anak seorang pengacara yang tinggal di Kebun Agung Sumenep. Berdasarkan keterangan korban, dirinya diintrogasi oleh Ayah Dimas dirumahnya bersama seorang dukun dan pria brewok yang mengaku mbahnya Dimas.

“Saya terus dipaksa mengaku mencuri HP Dimas. Saya juga dikata-katain anjing oleh Ayah Dimas dan kemudian tangan saya di goreng kedalam wajan berisi minyak goreng oleh laki-laki yang mengaku mbahnya Dimas. Kejadian itu dirumah Dimas Pak”, terang Toni disesi wawancara khusus dengan Madura Expose baru-baru ini.

[tim/afy/fer]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM