MADURAEXPOSE.COM–Keputusan PDIP dengan mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 melukai hati wong cilik.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, keputusan PDIP dalam mengusung Ahok tidak lagi mendengar suara akar rumput.

Padahal partai adalah bagian yang sudah seharusnya tunduk berdasarkan kehendak dan aspirasi kader akar rumput.

Oleh Karena itu, dengan mengusung Ahok, kata Syarwi, pesan yang terkirim dan sampai ke benak publik adalah, PDIP bukan lagi partai wong cilik. “Sekarang PDIP partai yang ditaklukkan realitas pemilik modal,” ujar Pangi kepada JawaPos.com, Kamis (22/9).

Di sisi lain banyak suara akar rumput tidak menginginkan Ahok. Mereka menginginkan kadernya diusung sebagai Gubernur bukan sebagai Wakil Gubernur.

Kondisi ini dianggap Pangi sangat miris dan disayangkan. Partai pemenang yang memperoleh 28 kursi di DPRD DKI Jakarta hanya menempatkan kadernya sebagai posisi calon Wakil Gubernur.

“Saya kira ada kekuatan besar yg bisa mempengaruhi putusan Bu Megawati,” katanya.

Menurutnya, saat ini di lingkaran Megawati Sorkarnoputri diduga ada kekuatan pemilik modal yang melakukan intervensi terhadap keputusan PDIP hingga memilih Ahok. “Nampak kali ini PDIP tidak merdeka mengusung kader ideologisnya sendiri,” pungkas Pangi.

(cr2/JPG)