Pengamat: Kemarahan Risma Menunjukkan Ketidakcakapan Kepala Daerah Tangani Krisis

Terbit: 1 Juni 2020 | 23:00 WIB

ME.COM–Sikap emosional yang ditunjukkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat merespons pengalihan mobil laboratorium dari BNPB ke wilayah lain disayangkan banyak pihak.

Menurut pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas), Andi Yusran amarah yang disampaikan Risma tak patut ditonjolkan oleh seorang kepala daerah terlebih disampaikan di depan awak media. “Marah adalah bentuk perilaku yang buruk dalam komunikasi kebijakan,” kata Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (31/5).

Ia sependapat bila seorang kepala daerah harus memiliki ketegasan. Namun seorang leader bila merasa tidak puas di dalam satu sistem, selayaknya bersifat internal dan tak perlu dipublikasi. “Jika itu terbuka ke ruang publik maka hanya akan mengganggu citra laku pemerintah bahwa pemerintah baik pusat dan daerah tidak cakap menangani krisis,” urainya.

Terkait dengan persoalan mobil laboratorium, Pemprov Jatim sendiri telah memberikan penjelasan bahwa pengalihan dua mobil laboratorium ke berbagai daerah tersebut berdasarkan pertimbangan kebutuhan dan penjadwalan. Hal inilah yang kemudian menjadi kritikan bagi Risma. “Sebagai orang yang berada di posisi level ketiga dalam struktur pemerintahan, Risma seharusnya sadar dan lebih mengintensifkan kordinasi dengan Gubernur Jawa Timur dalam hal penanganan pandemik Covid-19, termasuk dalam hal pemenuhan peralatan tes,” tandasnya.

[rmol

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Strategi Emil Dardak Perkuat Ekonomi Desa Lewat Jambore Kampung Tematik 2026 di Madiun

Terbit: 25 Februari 2026 | 21:45 WIB SURABAYA, MADURA EXPOSE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Kampung Tematik Indonesia (KTI) yang…

Kiblat Surabaya di Sumenep: Mengurai Sengkarut Kemiskinan dari Level RT

Terbit: 23 Februari 2026 | 05:22 WIB Sumenep, MaduraExpose.com-  Momentum Ramadhan 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan. Di balik tembok tebal Pendopo Agung Keraton,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *