MADURA EXPOSE–Inilah kisah asmara perselingkuhan AF dengan oknum anggota DPRD Pamekasan berinisial IS dari awal kenalan sampai dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD. Lantaran, ia bersama anaknya merasa ditelantarkan oleh IS.

Kisah cinta mereka berawal saat IS bersama temannya bertamu ke rumah kontrakan AF, di Jalan Jagalan Pamekasan Sebelah Foto Dede pada awal Mei 2015 sekira Jam 18.30 WIB.

Setelah perkenalan pertama, bertepatan pada 5 Mei 2015 IS mengajak AF ke sebuah hotel di Kabupaten Sumenep dan melakukan hubungan, layaknya hubungan suami istri. Dan keesokan harinya IS kembali mengajak AF ke Hotel Santika di Surabaya.

“Pada 7 Mei 2015 di hotel itu kita melakukan pernikahan tanpa adanya wali dan saksi, yang menurut saudara IS dikatakan sah karena didasari atas dasar suka sama suka,” kata AF, kepada Madura Expose (3/4/2016).

Lebih lanjut AF menceritakan, pada 11 Juni 2015. dirinya bersama IS kembali melakukan pernikahan bawah tangan (nikah siri) ke salah satu tokoh atau kiai di rumah teman IS, di Jalan Jokotole, dan disaksikan oleh satu orang saksi laki-laki dan dua orang saksi perempuan

“Pada bulan Juni 2015 saya poditif hamil dari hasil pernikahan saya dengan saudara IS, namun pada pertengahan Desember 2015, saudara IS mulai berubah sikap. Puncaknya pada Januari 2016 ia menjatuhkan talak di salah satu rumah makan, Jalan Kabupaten,” ucapnya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Menurut AF, alasan IS berubah sikap pada AF lantaran ia disidang partai karena diketahui mempunyai istri muda, dan pada waktu itu dirinya sedang hamil dari hubungan dengan IS yang berusia 8 bulan.

“Pada 7 Februari 2016 sekira pukul 23.30 WIB. Saya melahirkan buah hati saya dengan saudara IS di Rumah Sakit Aisiyah, Jalan Amin Jakfar dengan cara operasi cesar. Belum pulih dari sakit pada 9 Februari 2016 sekitar jam 20.00 WIB saudara IS kembali menjatuhkan talak yang kedua kalinya,” katanya.

Saat itu kondisi AF lemas karena baru selesai operasi caesar, dan baru menjalani operasi usus buntu pecah. Kemudian pada 18 Maret 2016 sekira jam 06.00 WIB, IS menyuruh AF untuk meninggalkan Pamekasan ke rumah orangtuanya di Lumajang.

“Kala itu saya diberi uang Rp1 juta. Kami ingin mendapat perhatian seadil-adilnya sehingga melapor pada BK,” tukasnya.

Seperti diketahui pada hari selasa tanggal 29 Maret 2016, IS dilaporkan oleh perempuan yang mengaku mantan istrinya berinisial AF atas dugaan penelantaran. IS dilaporkan karena menceraikan AF dalam kondisi sedang hamil.

IS juga tengah dibelit beredarnya foto syur bersama mantan istrinya yang diketahui bernama Adezta Mellany Citra Shandy yang sampai saat ini belum ada keputusan dari BK maupun internal partai.

REPORTER:ADDARORI IBNU WARDI
REDAKTUR:FERRY ARBANIA