
MADURAEXPOSE.COM–Pengadaan Alat Permainan Edukasi (APE) untuk anak usia dini (PAUD) tahun 2019 yang diduga fiktif akhirnya dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep oleh Syahrul Gunawan, Ketua Lembaga Sumenep Independen (SI).
Lapiran Ketua SI diterima bagian resepsionis untuk selanjutnya diteruskan ke Bagian Intelejen Kejari Sumenep untuk diproses.
“Laporan beserta sejumlah bukti-bukti telah kami sampaikan ke Kejari hari ini,” kata Syahrul Gunawan.
Hasil investigasi yang dilakukan kata dia, terdapat beberapa kejanggalan dalam pengadaan APE di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep itu. Salah satunya lembaga penerima belum menerima barang, meski telah mentransfer keuangan untuk pembelanjaan alat permainan tersebut. Kabarnya, transfer dari lembaga kepada pihak ketiga variatif, ada yang Rp 1 juta, Rp 2 juta dan ada yang hingga Rp 3 juta lebih.
Anehnya, lanjut Syahrul meski barangnya belum sampai, sebagian lembaga penerima telah menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan bantuan tersebut.
“Ini kan sudah janggal, mestinya LPJ itu dibuat apabila sudah dibelanjakan dan barangnya ada. Ini tidak, barangnya belum ada tapi LPJnya selesai,” jelasnya.
Kejanggalan lain kata dia salah satu oknum Dinas Pendidikan diduga ikut andil dalam realisasi proyek tersebut, yakni terindikasi oknum Dinas Pendidikan mengarahkan kepada salah satu perusahaan (pihak ketiga) dalam membelanjakan bantuan tersebut.
“Kalau itu benar sudah bisa dipastikan adanya dugaan permainan yang mengarah pada monopoli. Namun, ini masih sebatas dugaan saja, biar nanti disidik oleh Kejaksaan. Kami harap Kejari Profesional dalam menangani laporan ini,” tuturnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep Djamaluddin belum bisa menjelaskan soal laporan tersebut. Karena saat ini masih berada ada acara.
“Maaf saya lagi di DPRD rapat paripurna. saya belum dapat kabar.. nanti saya cek,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp pada media ini. (di/ibn/kar).

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
