Polemik MBG di Sekolah Tanpa Siswa, Disdik Sampang Siapkan Validasi Data Riil Lapangan

Terbit: 26 Januari 2026 | 18:22 WIB

SAMPANG, MaduraExpose.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang bergerak cepat merespons viralnya informasi mengenai penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Batuporo Timur yang diduga tidak memiliki siswa aktif. Sebagai langkah solutif, otoritas pendidikan setempat kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan akurasi data penerima manfaat.

Informasi ini mencuat setelah video berdurasi 3 menit 38 detik viral di platform WhatsApp, yang menyebutkan sekolah di Kecamatan Kedungdung tersebut menerima 63 porsi MBG setiap hari meskipun aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diklaim nihil.

Investigasi dan Penelusuran Fakta Lapangan

Menyikapi laporan tersebut, Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang, Yusuf, menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penelusuran mendalam untuk menyelaraskan data administratif dengan fakta di lapangan. Yusuf mengungkapkan adanya fenomena pergeseran aktivitas siswa ke lembaga pendidikan swasta atau madrasah pada hari-hari tertentu.

Kami masih telusuri. Dalam minggu ini kami minta data fiks mengenai keberadaan siswa tersebut pada pagi hari, dari Senin sampai Kamis. Berdasarkan keterangan guru, pada hari Jumat terpantau ada kegiatan siswa karena hari itu merupakan waktu libur bagi madrasah setempat. Fenomena gesekan antara sekolah negeri dan swasta di tingkat desa memang menjadi fakta yang kami temui di banyak titik, ujar Yusuf, Selasa (20/1/2026).

Sinkronisasi Dapodik dan Kondisi Riil

Mengenai perbedaan angka antara Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang mencatat 33 siswa dengan laporan warga di lapangan, Disdik Sampang mengakui perlunya validasi fisik. Yusuf menyebut bahwa sistem Dapodik mencatat data berdasarkan pendaftaran resmi, namun kehadiran harian adalah hal yang harus dipastikan secara manual.

Kalau fakta di lapangan, saat Senin sampai Kamis memang siswa dilaporkan tidak ada di lokasi. Kemungkinan Jumat kami akan turun lagi untuk mengecek ke lapangan, apakah benar ada siswanya atau tidak, karena bukti dokumentasi kegiatan yang kami terima terjadi pada hari Jumat, jelasnya.

Langkah Solusi: Pendataan Ulang Massal

Sebagai solusi jangka panjang guna menghindari salah sasaran program MBG, Disdik Sampang berkomitmen melakukan pendataan ulang terhadap seluruh sekolah dasar negeri, terutama yang mengalami penurunan jumlah siswa akibat pertumbuhan sekolah swasta.

Langkah pertama yang akan kami lakukan adalah melakukan pendataan ulang seluruh sekolah berdasarkan fakta dan kondisi riil di lapangan. Kami menerima laporan serupa dari wilayah lain, termasuk informasi mengenai praktik saling pinjam siswa antar lembaga. Hal ini akan segera kami telusuri untuk memastikan efektivitas program pemerintah, pungkas Yusuf.

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Gelap di Kafe Lyco: Spesialis Meteran Listrik Sampang Berakhir di Sel

Terbit: 17 April 2026 | 23:59 WIB SAMPANG – Realitas sosial ekonomi seringkali menjadi dalih atas eskalasi tindak kriminalitas, namun pengungkapan kasus terbaru oleh Polres Sampang menunjukkan adanya pola kejahatan…

Tragedi Nakes Sampang Tewas Terlindas Truk Usai Balita Meronta di Kemudi

Terbit: 12 April 2026 | 22:00 WIB SAMPANG, MADURAEXPOSE.COM – Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, menjadi saksi bisu sebuah tragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang tenaga kesehatan (Nakes), Sabtu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *