Gurihnya Warisan Pesisir: Festival Jhuko’ Tonoh Sampang Jadi Magnet Wisata Kuliner di Pantai Lon Malang

Terbit: 20 Desember 2025 | 23:20 WIB

MaduraExpose.com – Pantai Lon Malang yang eksotis di pesisir utara Madura mendadak penuh dengan aroma bakaran ikan yang menggoda. Pemerintah Kabupaten Sampang resmi menggelar Festival Jhuko’ Tonoh, sebuah perhelatan kuliner dan budaya yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sampang ke-402, Sabtu (13/12/2025).

Hadir langsung dalam acara tersebut, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sampang. Kehadiran orang nomor satu di Sampang ini menjadi suntikan semangat bagi para pelaku UMKM dan nelayan lokal yang menjadi tulang punggung ekonomi pesisir utara.

Mengenal Jhuko’ Tonoh: Simbol Keberkahan Laut Sampang

Bagi masyarakat Madura, khususnya di Sampang, “Jhuko’” berarti ikan, dan “Tonoh” merujuk pada tanah atau daratan (merujuk pada proses pengolahan tradisional). Jhuko’ Tonoh secara filosofis melambangkan keberkahan hasil laut yang dinikmati oleh masyarakat daratan.

Dalam festival ini, pengunjung disuguhi berbagai olahan ikan segar—mulai dari ikan bakar bumbu rempah khas Madura, olahan petis ikan, hingga diversifikasi produk UMKM berbasis pangan laut.

[Image: Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat meninjau stan kuliner ikan bakar di Festival Jhuko’ Tonoh Pantai Lon Malang]

Dukungan Penuh Pemerintah dan Stakeholder

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (13-14 Desember) ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiyawan, Direktur Human Capital Perum Bulog, serta jajaran kepala perangkat daerah lainnya.

Sekda Yuliadi Setiyawan menegaskan bahwa Festival Jhuko’ Tonoh adalah langkah strategis untuk memeratakan kunjungan wisata agar tidak terfokus di wilayah selatan saja.

“Festival berbasis kearifan lokal ini mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Kami ingin potensi pesisir utara, khususnya Pantai Lon Malang, semakin dikenal luas,” ujarnya.

Sinergi Ekonomi dan Pariwisata Pesisir

Festival ini bukan sekadar bazar makanan biasa. Di dalamnya terdapat sinergi antara komunitas nelayan sebagai pemasok bahan baku, pelaku UMKM sebagai pengolah, dan pengelola wisata sebagai penyedia destinasi.

Dengan dukungan sponsor dan komunitas lokal, Pemerintah Kabupaten Sampang berharap branding kuliner khas pesisir ini dapat menjadi identitas wisata baru yang kompetitif di tingkat regional maupun nasional.

“Harapannya, kunjungan wisata dapat lebih merata dan ekonomi masyarakat pesisir terus bergerak melalui event-event berkualitas seperti ini,” pungkas Yuliadi.

[ade/fer]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Gelap di Kafe Lyco: Spesialis Meteran Listrik Sampang Berakhir di Sel

Terbit: 17 April 2026 | 23:59 WIB SAMPANG – Realitas sosial ekonomi seringkali menjadi dalih atas eskalasi tindak kriminalitas, namun pengungkapan kasus terbaru oleh Polres Sampang menunjukkan adanya pola kejahatan…

Tragedi Nakes Sampang Tewas Terlindas Truk Usai Balita Meronta di Kemudi

Terbit: 12 April 2026 | 22:00 WIB SAMPANG, MADURAEXPOSE.COM – Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, menjadi saksi bisu sebuah tragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang tenaga kesehatan (Nakes), Sabtu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *