MADURA EXPOSE– Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 mei mendapat perhatian serius dari Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Pamekasan, Hasan Basri. Menurut mahasiswa Universitas adura ini,Kebangkitan Nasioanal merupakan masa dimana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionlisme serta kesadaran utk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia pada saat itu.

“Spirit kebangkitan nasional(budi utomo 20 mei 1908) tentu kita harus menjadikan momentum refleksi diri terutama mulai dari diri sendiri, semangat untuk bangkit dari keterpurukan mentalitas dan moralitas terutama Kaum muda dan Mahasiswa.”

Hasan mengajak kepada seluruh kalangan, khususnya Mahasiswa di momentum Hari kebangkitan nasional ini agar tidak hanya dijadikan ajang seremonial, tetapi pesan moral dalam membangun semangat Renaissance dalam rangka mencerdaskan dan membangkitkan kesadaran masyarakat dan menjaga persatuan dan kesatuan sebagai perwujudan dari Nasionalisme.

“GMNI sebagai organisasi Kader, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu membangkitkan semangat nasionalisme sebagai benteng pertahanan dari bahaya laten yang sedang menjadi isu saat ini.” Tegas Hasan.

Hari Kebangkitan Nasional menurut Hasan, perlu dijadikan dasar dan spirit untuk bangkitkan masyarakat dari penjajahan ekonomi, budaya, politik. “Kebangkitan Nasional seharusnya dijadikan inspirasi untuk bangkitnya Generasi dalam membangun ekonomi negara, ketahanan nasional, pendidikan politik dan segala hal yang lain.”

“Di urusan ekonomi, kita harus berdikari untuk menghadapi pasar bebas ASEAN, ASIA. Pendidikan, kami mendesak agar pemerintah memberikan perhatian lebih kepada pemerataan pendidikan, khususnya yang terjadi di Pamekasan. Politik, masyarakat harus diajarkan dalam menentukan sikap politik mereka tanpa harus ada monopoli dari pihak pihak tertentu. Artinya, Pelajari Sejarahnya, Pahami Maksudnya, Kembangkan Filosofinya, Laksanakan Spiritnya.” Tutup Hasan kepada Maduraexpsose.com. [ADD]