Pelantikan Kades Matanair Sempat Diwarnai Aksi Penolakan Warga

Terbit: 28 Februari 2024 | 04:36 WIB

Maduraexpose.com- Pelantikan Ahmad Rasidi sebagia Kepala Desa (Kades) Matanair di Kantor Bupati Sumenep sempat terjadi aksi penolakan sejumlah warga.

Belum diketahui secara pasti puluhan warga tersebut atas nama apa dan untuk kepentingan apa melakukan aksi tersebut.

Pantauan dilapangan, massa yang teridiri dari perempuan dan pria itu tak membawa poster ataupun pengeras suara seperti halnya aksi unjuk rasa yang biasa dilakukan banyak pihak.

Kehadiran puluhan warga itu dalam pengawasan aparat kepolisian dilokasi.

HS, salah satu perwakilan yang dihubungi melalui narahubung media mengatakan, kehadiran mereka dalam acara pelantikan Kades matanair sebagai bentuk aspirasi warga.

“Ya Cuma g terima atas pelantikan Rasidi Pak,” kata HS salah satu perwakilan warga Desa matanair.

HS yang diduga orang dekat salah satu calon yang menjadi rival Ahmad Rasidi itu mengaku akan mengadakan aksi yang lebih besar.

“Dan saya bilang akan mengadakan aksi yang lebih besar lagi kalau Rasidi tetap disahkan,” imbuhnya dilansir media ini pada Selasa (27/2) malam.

Fauzi, AS/Net

Sementara itu Fauzi,AS keluarga besar dari Ahmad Rasidi menepis adanya aksi unjuk rasa dalam pelantikan saudaranya tersebut.

“Soal demo itu, apa yang mau ditanyakan, soal ada masyarakat yang demo itu tadi, itu bukan demo. Jadi ternyata kita menilai dilapangan itu, dari segi persiapan tidak ada sound system tidak ada baner-baner, baleho-baleho yang dibawa sebagai bentuk protes, tapi saya menilai masyarakat yang hadir tadi itu lebih kepada ingin menyaksikan pelantikan Ahamd Rasidi. Jadi tidak ada demonstrasi, dibawah kondusif kok hingga hari ini.” kata Fauzi,AS dikonfirmasi media ini di Sumenep Selasa Malam.

Fauzi AS menambahkan, dengan dilantiknya Ahmad Rasidi sebagai Kades Matanair, pihaknya berharap tak ada perpecahan dikalangan masyarakat desa.

“Kita berusaha untuk merangkul semuanya, tidak ada kubunya Rasidi tidak ada kubunya Ghazali. Sekarang Rasidi sudah dilantik dan resmi menjadi kepala desa. Kita berharap dibawah sudah tidak ada perpecahan,” tandasnya.

Bos Mami Muda ini mengajak semua pihak dewasa dalam berpolitik. Itu penting, karena lanjut Fauzi AS, perbedaan politik bukanlah permusuhan.

“Perbedaan dalam politik itu sudah biasa, Yang tidak boleh itu kalau terjadi permusuhan,’ tutupnya. [tim/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *