PBB Gratis Sumenep dihapus, Sejumlah Kades Kecewa

0
1140

MADURA EXPOSE—HM.Hasan Abd Hamid, salah satu tokoh masyarakat Sumenep barat menyesalkan program pajak bumi bangunan (PBB) gratis dihapus oleh pemerintahan Busyro Karim-Achmad Fauzi. Padahal dukungan masyarakat terhadap petahana (incumbent) itu ditengarai karena masyarakat masih beranggapan program yang pernah diusung pasangan AbusSidik (A.Busyro Karim-Soengkono Sidik) pada Pilkada Sumenep 2010 silam terus berlanjut.

“PBB gratis itu khan bagian dari janji politik kenapa tiba-tiba dihapus. Awalnya saya tidak percaya mendengar programnya dihapus”, terang HM.Hasan Abd Hamid kepada Madura Expose.

Pria paling berpengaruh di Desa Karang Sokon, Kecamatan Guluk-Guluk ini menegaskan, penghapusan progam PBB gratis ini rawan menimbulkan kecemburuan sosial antara para kepala desa dengan masyarakatnya yang selam ini menikmati PBB gratis.

“Kalau PBB digratiskan, silahkan pajaknya ditagih sendiri ke masyarakat dimasing-masing desa. Jangan melalui kepala desa, karena kades bukan petugas pajak”, pungkasnya.

Pegakua tak jauh berbeda soal penghapusan PBB gratis Sumeep diakui sejumlah kepala Desa di Kecamatan Gandig dan Pasongsogan. Meski mereka meminta identitasnya tidak di ekspose, para Kades ini mengaku kecewA.

“PBB gratis Sumenep dihapus, itu sama halnya dengan membenturkan para Kades dengan masyarakatnya”, tandas salah satu Kepala Desa di Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jum’at 29 April 2016.

Sekedar mengingatkan, PBB gratis yang disinyalir program unggulan A.Busyro Karim-Soengkono Sidik,merupaka kompensasi politik saat kampanye pilkada Sumenep 2010 silam. Bahkan program tersebut dicantumkan secara tertulis dalam visi-misi mereka.

Sayangnya, mulai tahu 2016 ini, PBB gratis sudah dihapus. Hal itu disampaikan Didik Untung Samsidi, Kepala DPPKA Sumenep dalam sesi wawancara dengan pihak Madura Expose sekitar tiga peka lalu. [F82/Fer]