Pasar Murah Sumenep: Beras Murah, Rakyat Sumringah
#Respons Positif Warga Sumenep Terhadap Gerakan Pangan Murah Pemkab-EPIK Jatim

oleh -210 Dilihat
Masyarakat Sumenep mengantre membeli sembako murah di Pasar Murah Ramadan Pemkab Sumenep dan EPIK Jatim.
**Oase Pangan:** Antusiasme warga Sumenep berburu beras dan minyak goreng murah di kawasan Taman Potre Koneng demi menjaga stabilitas dapur menjelang Lebaran. [Dok.Istimewa]
Terbit: 1 Maret 2026 | 11:25 WIB

SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Di tengah bayang-bayang fluktuasi harga bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 H, pelataran timur Taman Potre Koneng, Kecamatan Kota Sumenep, mendadak berubah menjadi oase bagi “emak-emak”. Sejak fajar menyingsing, antrean warga sudah mengular, memburu komoditas pangan yang harganya dipangkas jauh di bawah rerata pasar.

Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama EPIK Mobile Jawa Timur ini bukan sekadar seremoni musiman. Secara Administrasi Publik, langkah ini merupakan intervensi pasar yang krusial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kurva permintaan yang melonjak tajam selama Ramadan.

Anatomi Operasi Pasar dan Stabilitas Fiskal Daerah

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menjelaskan bahwa stok yang diterjunkan tidak main-main. Sebanyak 3 ton beras, 1 ton gula, hingga ratusan liter minyak goreng ludes dalam hitungan jam. “Intervensi ini bertujuan meredam potensi panic buying. Kami pastikan harga kebutuhan pokok di Sumenep masih dalam radar aman,” tegas Dadang.

Dilihat dari kacamata ekonomi makro daerah, kegiatan ini adalah bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Selisih harga yang ditawarkan—seperti Minyakita di angka Rp15.000 per liter dan beras medium Rp11.000 per kilogram—menjadi bantalan sosial (social safety net) yang efektif bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.

Efek Domino Kesejahteraan

Yuni, salah seorang warga, mengaku selisih harga seribu hingga dua ribu rupiah per kilogram sangat berarti bagi dapurnya. “Alhamdulillah, pengeluaran belanja bisa ditekan. Uangnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lebaran lainnya,” ungkapnya dengan wajah lega.

Pemkab Sumenep bersama lintas dinas (Pertanian, UKM, dan Perindag) dikabarkan tengah menyusun skema “Gerakan Pangan Murah” lanjutan. Ini adalah sinyal positif bahwa birokrasi di ujung timur Madura ini cukup responsif terhadap gejolak pasar global yang kerap menghantam ekonomi lokal.

HotExpose:  Kadisdik Sumenep "Warning" Penerbit Nakal: Tak Lewat Siplah, Siap-Siap Disikat!

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

"Dewan Redaksi" MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

No More Posts Available.

No more pages to load.