Sumenep (MaduraExpose.com)- Belum adanya juknis tentang pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan Oktober mendatang, membuat kalangan Panitia yang sudah terbentuk disejumlah desa mengaku kebingungan. Begitu juga dengan panitia daftar pemilih (Pantarlih) sebagian dihentikan.

Hasil pantauan MaduraExpose.om di beberapa desa yang sudah terbentuk kepanitian,seperti Desa Payudan Daleman, Kec. Guluk-Guluk dan Desa Ketawang Karay, Kec. Ganding mayoritas panitia mengaku tak semangat kerja karena belum ada kepastian kapan juknis dari Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) segera dikeluarkan.

Persoalan ini mendapat sorotan dari Ketua BPD Desa Payudan Daleman yang juga aktivis LSM, yang sejak awal sudah mewanti-wanti Kabag Pemdes prihal kesiapan juknis pembentukan panitia dan pelaksanaan Pilkades serentak.

“Saya sudah ngomong langsung ke Pak Ramli, Kabag Pemdes. Kalau keadaan kacau balau begini, kesannya Pemdes itu nggak siap dan terkesan sangat terburu-buru”, ujar Mulyadi, Ketua BPD dan aktivis LSM Sumenep, Senin (1/9/2014).

Sementara Moh.Ramli, Kabag Pemdes Setkab Sumenep saat dikonfirmasi kapan kesiapan juknis yang diinginkan BPD dan sejumlah panitia pilkades, yang bersangkutan memilih bungkam. Termasuk konfirmasi via SMS MaduraExpose.com juga diabaikan.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Sumenep A.Busyro Karim secara cepat merespon persoalan persiapan pilkades serentak dengan menjelaskan bahwa, peraturan daerah (Perda) nya masih disahkan DPRD Sumenep.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Tunggu…Perdanya baru disahkan DPRD”, jawab Bupati melalui pesan singkat pribadinya kepada MaduraExpose.com