Panggung Keraton Menyala: Sumenep Amankan Warisan Budaya Lewat Regenerasi Dalang Topeng Remaja

oleh -162 Dilihat
Ist. Dalang topeng Sumenep yang memukau.

 


SUMENEP – Di tengah gempuran budaya global dan tantangan era digital, Kabupaten Sumenep mengambil langkah tegas dan spektakuler untuk memastikan warisan seni budayanya—khususnya Dalang Topeng—tidak tenggelam. Melalui penyelenggaraan Festival Dalang Topeng Tingkat Remaja 2025 yang megah di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Rabu (10/12/2025), pemerintah daerah bertekad menjadikan seni tradisional tetap relevan di mata generasi muda.

Fauzi: Warisan Bernilai Tinggi Harus Dijaga Keberlanjutannya

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa seni dalang topeng adalah permata budaya yang memiliki nilai historis dan artistik tinggi. Menurutnya, festival ini jauh lebih dari sekadar ajang perlombaan.

“Festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi adalah ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang regenerasi dalam rangka menjaga tradisi daerah tetap hidup sepanjang masa,” kata Bupati Fauzi kepada Media Center.

Bupati menyoroti bahwa keterlibatan generasi muda adalah kunci mutlak agar kesenian ini tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang menyesuaikan zaman.

Menghidupkan Rasa Bangga di Era Digital

Fenomena penurunan minat generasi muda terhadap kesenian lokal akibat derasnya arus budaya luar menjadi tantangan yang diakui oleh Pemkab Sumenep.

“Apabila pemerintah daerah tidak memberikan panggung bagi seni tradisi, tentu saja lambat laun ia tenggelam. Jadi, salah satu upaya melalui festival ini adalah untuk memastikan seni topeng tetap relevan,” terang Bupati.

Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) ini berfungsi sebagai pijakan awal untuk menghidupkan kembali rasa bangga terhadap identitas budaya sendiri, sekaligus memastikan kesinambungan dalang topeng ke generasi penerus.

Inilah Wajah-Wajah Pewaris Budaya Sumenep

Festival Dalang Topeng Remaja 2025 menjadi saksi lahirnya bintang-bintang muda berbakat yang siap meneruskan estafet tradisi. Beberapa nama yang tampil memukau tahun ini adalah:

  • Zaffrikal Agwiansyah (Sanggar Putra Sumekar)

  • Zainul Ahkam (Sanggar Putra Rahayu)

  • Ayu Kartika Sari (Sanggar Budi Sasmito)

  • Moh. Zakil Ulum (Sanggar Sinar Kemala)

  • Naraswira Syahgama (Sanggar Pewaras)

Kehadiran Ayu Kartika Sari sebagai salah satu peserta perempuan juga menunjukkan inklusivitas dan semangat baru dalam regenerasi seni pedalangan topeng.

Kolaborasi Sanggar dan Pemerintah Jadi Kunci Berkelanjutan

Bupati Fauzi menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara sanggar seni, sekolah, dan komunitas budaya dalam membina remaja berbakat.

“Kami ingin mereka tidak berhenti hanya pada festival, tetapi harus mendapat ruang untuk tampil, berlatih, dan mengembangkan bakatnya,” ujarnya.

Pelestarian budaya tidak dapat bergantung pada satu generasi saja. Diperlukan dukungan pemerintah yang kuat dan partisipasi masyarakat agar seni tradisional, termasuk dalang topeng, tetap menjadi kebanggaan daerah.

Festival Dalang Topeng Remaja adalah bukti nyata bahwa Sumenep tidak gentar menghadapi tantangan budaya global. Dengan memberikan panggung dan dukungan penuh kepada generasi muda, Pemkab Sumenep tengah meletakkan fondasi yang kuat untuk memastikan bahwa seni tradisional akan terus menjadi bagian integral dari pembangunan jati diri dan identitas daerah di masa depan.

Tentang Penulis: Tim/Red. MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Tinggalkan Balasan