maduraexpose.com

 


SUMENEP EXPOSE

Panggilan Hati Nurani dari Sapudi: Zakat Kita Menjadi Pondasi Kebangkitan Korban Gempa

439
×

Panggilan Hati Nurani dari Sapudi: Zakat Kita Menjadi Pondasi Kebangkitan Korban Gempa

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

Baznas Kabupaten Sumenep bergerak cepat mengonversi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki menjadi pondasi baru bagi warga terdampak. Pada Senin (06/10/2025)

SUMENEP — Musibah gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo yang mengguncang Pulau Sapudi pada Selasa malam (30/09/2025) mungkin telah merobohkan dinding, tetapi ia tak mampu meruntuhkan solidaritas. Semangat gotong royong dan kepedulian kemanusiaan di Sumenep kini menemukan wujud nyatanya melalui langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Aksi ini bukan sekadar bantuan, melainkan sebuah panggilan kolektif kepada seluruh masyarakat: bahwa tanggung jawab kemanusiaan adalah milik kita bersama.

 



 

Zakat dan Sedekah Membangun Kembali Harapan

 

Baznas Kabupaten Sumenep bergerak cepat mengonversi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki menjadi pondasi baru bagi warga terdampak. Pada Senin (06/10/2025), Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, KH. Imam Hasyim, secara simbolis menyerahkan bantuan perbaikan rumah di Desa Prambanan, Kecamatan Gayam.

Fokus utama bantuan ini adalah rumah-rumah yang masuk kategori Rusak Berat (RB) dan Rusak Sangat Berat (RSB).

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas, dalam membantu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah,” kata Wabup KH. Imam Hasyim.

Wabup berharap bantuan perbaikan ini dapat menjadi motivasi dan semangat bagi warga Sapudi untuk segera bangkit dari keterpurukan pascabencana. Ia juga mengapresiasi langkah Baznas yang cepat dalam menyalurkan dana umat untuk bidang sosial dan kemanusiaan.

 

Detail Bantuan Baznas: Bukti Transparansi

 

Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, A. Rahman, memaparkan perincian dana yang disalurkan, menegaskan prinsip keadilan dan transparansi. Baznas menyalurkan bantuan awal sebesar Rp 100 juta untuk perbaikan empat unit rumah:

  • 2 Rumah Rusak Sangat Berat (RSB): Masing-masing menerima bantuan dana Rp 30 juta per unit.
  • 2 Rumah Rusak Berat (RB): Masing-masing menerima bantuan dana Rp 20 juta per unit.

“Bantuan ini berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki di Kabupaten Sumenep, untuk disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkas A. Rahman. Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian kolektif mampu diwujudkan menjadi solusi konkret.


 

Solidaritas Tanpa Batas: Pemerintah dan Relawan Bersatu

 

Wabup KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana terus dipercepat melalui sinergi berbagai pihak. Pemerintah daerah hadir tidak sendirian, melainkan bergotong royong bersama instansi lain, seperti TNI, Polri, PMI, dan para relawan.

Dalam penyerahan simbolis tersebut, kehadiran Kasdim 0827/Sumenep Mayor Cba Ari Pamungkas bersama jajaran Forkopimda dan Baznas menunjukkan komitmen solidaritas tanpa batas antara aparat negara dan lembaga sosial untuk rakyat.

“Kami hadir untuk masyarakat… Semoga diberi kesabaran dan kekuatan oleh Allah SWT atas musibah ini, dan Pemerintah bersama berbagai pihak terus berupaya membantu meringankan beban masyarakat,” tutup Wabup.

Kisah di Pulau Sapudi ini adalah cerminan bahwa kepedulian adalah mata uang tertinggi dalam kemanusiaan. Setiap rupiah Zakat, Infak, dan Sedekah yang disalurkan adalah janji, bahwa di tengah duka, tidak ada seorang pun warga Sapudi yang harus berjuang sendirian.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----

---***---