PAN Berlabuh ke PDIP, Hairul Anwar: Partai Itu Tempat Edukasi, Bukan Industrial Politik!

0
251

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP–Meski tak jadi direkom oleh Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi Calon Wakil Bupati Sumenep dalam kontestasi Pilkada 9 Desember 2020, sosok Hairul Anwar masih ramai diperbincangkan banyak kalangan.

Ibarat anak panas kadung melesat dan menancapi dinding hati pendukungnya, kemanapun Hairul melangkah, selalu mendapat tempat istimewa serta dukungan banyak kalangan.

Sementara beberapa kalangan yang belum mengenal sosok Hairul Anwar secara dekat, mengaku penasaran apa sebenarnya yang terjadi hingga dirinya tak jadi mencalonkan diri sebagai kandidat calon bupati dan wakil bupati .

Politik selalu bergerak dinamis dalam irama yang ritmenya kadang sangat kacau balau.Dari Suara miring yang dipelintir hingga nada sumbang yang menyatakan tumbang. Namun yang terjadi pada Hairul Anwar sebenarnya bukanlah sandiwara ataupun rekayasa atas pilihan PAN yang lebih memilih bergabung dengan PDI Perjuangan mengusung calon Achmad Fauzi –Dewi Khalifah.

Dalam kesempatan sebelumnya, Hairul Anwar sempat mengklarifikasi soal dirinya tak jadi direkom partai politik berlogo matahari terbit tersebut. Menurutnya, yang membuat dirinya terasa heran adalah, kalau memang dirinya tidak diinginkan, kenapa bukan kader PAN lain saja yang direkom.

“Setelah rekom keluar, kami tidak kecewa. Cuma terkejut. Karena yang direkom bukan kader PAN,” demikian penjelasan Hairul Anwar beberapa waktu lalu seperti dilansir Maduraexpose.com dari portal matamaduranews.com pada Senin 8 Juni 2020.

Politisi muda yang wajahnya mirip aktris Bollywood inipun menyampaikan keherannanya lebih rinci. Pada saat rapat pleno yang dihadiri sedikitnya 47 kader PAN. Dukungan terhadap Hairul Anwar diperkuat oleh 22 dari 27 DPC (pengurus PAN tingkat kecamatan) hingga muncullah kesepakatan untuk mendukung dirinya maju di Pilkada Sumenep 2020.

Kendati demikian, Hairul mengaku persoalan dirinya dengan PAN sudah selesai.

“Tak apalah. Saya anggap urusan PAN selesai, rekomendasi sudah turun. Yang penting, saya tidak mengkhinati kepada partai,” tandasnya.

Bahkan secara tegas Hairul mempertegas eksistensi sebagai politisi bermoral dan pantang melakukan manuver yang diluar etik.

“Bagi saya, partai merupakan tempat edukasi politik bagi masyarakat. Salah satu tugas partai adalah membenahi tatanan kepemerintahan, bukan menjadi industrial politik,” tutup politisi yang juga Big Bos nya Madura Energy ini.

Editor: Ferry Arbania[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]