
SUMENEP  – Pelaksanaan Konferensi Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Desember 2025 di Pondok Pesantren An-Nuqayyah, Guluk-Guluk, Sumenep, mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Sumenep.
Organisasi yang dikenal sebagai benteng pengamanan NU ini memastikan bahwa dukungannya tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga merambah ke pelayanan kesehatan alternatif berbasis Thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi) bagi seluruh peserta dan tamu undangan.
LKPA Dikerahkan untuk Bakti Kemanusiaan
Selain para pendekar yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban selama konferensi, PC Pagar Nusa Sumenep juga mengerahkan LKPA (Lembaga Ketabiban & Pengobatan Alternatif). Kehadiran LKPA ini merupakan bentuk bakti kemanusiaan dan pelayanan nyata kepada warga Nahdliyin.
Ketua LKPA PC Pagar Nusa Sumenep, Ustadz A. Junaidi Taufik, menyampaikan bahwa momentum Konferensi NU kali ini menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan dan menguatkan peran lembaga mereka.
“Pagar Nusa Sumenep tidak hanya mengurusi para pendekar, tetapi juga para tabib serta layanan pengobatan alternatif, terutama yang berbasis pengobatan ala Nabi (Thibbun Nabawi),” jelas Ustadz Junaidi Taufik.
Layanan Bekam, Fasdu, dan Herbal Disiapkan
Dalam layanan kesehatannya, LKPA akan menyediakan berbagai terapi tradisional yang berlandaskan ajaran Islam dan kearifan lokal.
“Pada momentum Konferensi NU ini, LKPA akan memberikan layanan seperti bekam, fasdu, herbal, terapi tradisional, dan bentuk-bentuk pengobatan alternatif lainnya,” tambahnya.
Ustadz Junaidi Taufik mengakui bahwa selama ini peran LKPA belum banyak diketahui secara luas oleh warga Nahdliyin. Oleh karena itu, melalui sinergi ini, LKPA bersama unsur lembaga-lembaga kesehatan lain di lingkungan PCNU Sumenep hadir untuk melayani para tamu dan peserta sebagai bentuk pengabdian.
Dengan kombinasi unsur pengamanan dan layanan ketabiban, PC Pagar Nusa Sumenep berharap pelaksanaan Konferensi NU 2025 dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kemanfaatan (maslahah) bagi seluruh jam’iyyah dan jamaah.





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)