Operasi Pasar Dikeluhkan Konsumen

Terbit: 26 Februari 2024 | 01:54 WIB

Maduraexpose.com- Pembelian beras murah oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang disalurkan Bulog Jawa Timur, dikeluhkan.

Beras medium yang disuplai dari gudang Bulog, dijual secara terbatas. Masing-masing pembeli hanya mendapat jatah 2 sak, atau 10 kilogram. Harganya Rp. 108.000 rupiah.

Faktanya, pembeli sejak dimulai dari beberapa titik pasar Bangkal dan pasar Anom banyak mengeluh lantaran tidak kebagian diduga banyak pembeli yang datang lebih dari dua kali. “petugas TPID seperti membiarkan para pembeli datang untuk membeli lagi,” kata sumber pembeli dilokasi.

Parahnya, kata dia melihat pembeli sampai membawa diluar batas dan sampai sampai diangkut becak. “Andaikan saja suplai beras tidak terbatas bisa saja jadi juragan beras,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, operasi pasar ini bisa memberikan dampak , tidak dimanfaatkan oleh oknum oknum. “Kalau satu orang bisa beli berkali kali tidak menutup kemungkinan juragan beras juga berbaur disitu,” ujarnya.

Kepala Bagian Perekonomian SDM, Dadang Dedy Iskandar menyatakan, kesalahan tim Bulog saat menjual beras tanpa menunggu TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah). “Itu sebelum TPID datang, pihak Bulog langsung menjual duluan, karena kekurangan tenaga,” ngakunya.

Sehingga, Dadang panggilan akrabnya berjanji, minggu berikutnya operasi pasar penjualan beras murah konsumen akan memakai sistem KTP dan pakai celup tinta. ” Nanti pembelian akan memakai sistem KTP dan celup biar tidak datang berkali kali,” tegasnya.

Selian itu, pihaknya memaparkan tidak menentukan kuota setiap minggunya, hanya saja menyesuaikan ketersediaan beras di Bulog.

“jatah per minggunya untuk pedagang binaan, tidak menentukan jumlah sesuai ketersediaan di Bulog sendiri, pasar Anom bisa 2 ton dan pasar Bangkal bisa 1,5 ton, dibagi,” jelasnya.

HotExpose:  Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Sedangkan operasi pasar untuk konsumen dirinya juga mengklaim menyesuaikan ketersedian beras, dibagi antara dua pasar. “Kalau perminggunya jatah 8 ton, pasar Anom 5 ton, pasar Bangkal 3 ton, itu dibagi tidak menentukan jumlah,” tutupnya. [*]

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Anomali Regulasi di Tapakerbau: Hegemoni Modal vs Kedaulatan Ekologi

Terbit: 16 April 2026 | 19:20 WIB SUMENEP – Eskalasi konflik agraria di pesisir Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, kini memasuki fase krusial yang menguji integritas penegakan hukum di Jawa…

Jurus Fajar ‘Kepung’ Ekonomi Rakyat

Terbit: 16 April 2026 | 12:00 WIB SUMENEP – Akselerasi ekonomi syariah di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar secara progresif mendorong inklusi keuangan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Maraton Hibah Jatim: KPK Gali Keterangan 13 Saksi, Dua Kades Bangkalan Hadir

Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]

Gelap di Kafe Lyco: Spesialis Meteran Listrik Sampang Berakhir di Sel

asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]

Anomali Regulasi di Tapakerbau: Hegemoni Modal vs Kedaulatan Ekologi

Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]

BREAKING NEWS: Polda Jatim Konfirmasi 27,8 Kg Kokain ‘Bugatti’ di Sumenep Positif Narkotika Kelas Dunia

Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]

Strategi Pemkab Sumenep Kepung Rentenir

Kabag Perekonomian SDA Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, saat membuka sosialisasi TPAKD 2026 di Aula TP-PKK untuk memperkuat akses keuangan pedesaan.