Olla Ramlan: Aku Pernah Menyayangi Dia, Tetapi Aku Terluka

Terbit: 14 April 2022 | 04:10 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Maduraexpose.com– Aktris Olla Ramlan tak kuasa meneteskan air mata saat menceritakan kondisi pernikahannya dengan Aufar Hutapea, yang kini sedang dalam proses cerai.

Meski Olla yang menggugat cerai, dia enggan menyalahkan semuanya kepada Aufar atas kekisruhan rumah tangga mereka. “Mungkin aku sebagai istri banyak salahnya. Jadi saatnya aku juga enggak mau seratus persen menyalahkan dia, tapi aku intropeksi diri,” ujar Olla saat menjadi bintang tamu di acara Rumpi.

Ibu tiga anak ini menilai perceraian tersebut merupakan jalan yang harus diambil demi kebaikan ke depannya. “Saya rasa lebih baik kita bisa tertawa, tersenyum, bisa tersenyum tanpa harus ada percekcokan antara kita. Kalau kita lebih baik bersahabat daripada kita berumah tangga tapi ada hal-hal yang enggak sejalan,” ungkapnya. Lalu apa yang menyebabkan dirinya menggugat cerai Aufar?

“Enggak pantas buat seorang istri untuk membuka kejelekkan seorang suami. Bagaimanapun aku pernah mencintai dia. Aku pernah menyayangi dia, tapi aku terluka. Aku enggak bisa apa-apa,” paparnya. “Biarkan aku berdamai dengan diriku sendiri. Biarkan aku healing dengan diriku sendiri. Karena orang lain enggak tahu perasaan aku. Aaku sakit, sudahlah. Mungkin harus seperti itu,” imbuh Olla Ramlan.(chi/jpnn)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Lebaran dr. Tifa: Antara Langkah Sunyi, Luka yang Sakral, dan Kemenangan Hati

Terbit: 19 Maret 2026 | 20:10 WIB SUMENEP – Di tengah gempita perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah pesan kontemplatif datang dari sosok intelektual dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa). Melalui…

Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial

Terbit: 17 Maret 2026 | 23:21 WIB JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan nasional, kini berubah menjadi ujian kesabaran bagi jutaan masyarakat. Kendala klasik berupa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *